Kabel Laut Nongsa-Changi Resmi Mendarat di Batam, Janjikan Latensi di Bawah 2 Milidetik

- Selasa, 21 Juli 2026 | 08:42 WIB
Kabel Laut Nongsa-Changi Resmi Mendarat di Batam, Janjikan Latensi di Bawah 2 Milidetik

Peta konektivitas digital Asia Tenggara resmi bertambah satu jalur strategis. Senin (20/7), infrastruktur kabel laut Nongsa Changi Cable (NCC) resmi mendarat di Batam, menandai babak baru dalam hubungan digital Indonesia-Singapura.

Kabel sepanjang 50 kilometer ini bukan sekadar infrastruktur biasa. NCC hadir sebagai jalur informasi dengan rute terpendek antara kedua negara, menjanjikan latensi sangat rendah di bawah 2 milidetik dan kapasitas transmisi data lebih dari 1,6 Petabit per detik. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara anak usaha Telkom Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), bersama BW Digital dan didukung Nongsa Digital Park (NDP).

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya memberikan perumpamaan menarik. Ia membandingkan jarak Changi-Nongsa yang 50 kilometer dengan jarak Jakarta-Bogor. "Jaraknya sama-sama 50 kilometer. Bedanya, ke Bogor bisa satu jam lebih karena macet, tapi di jalur digital NCC ini kecepatannya 0,2 milidetik tidak ada macet. Ini adalah fondasi fisik bagi koridor digital baru kita," ujarnya. Airlangga menambahkan kapasitas 1,6 Petabit ini menjadi sektor kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju target 8% melalui ekosistem AI dan Cloud.

Ia juga memaparkan data pertumbuhan digital Indonesia yang masif: 235,26 juta pengguna internet dengan 99,5 juta pelanggan broadband tetap. Indonesia, kata Airlangga, merupakan pasar AI potensial terbesar keempat di Asia setelah China, India, dan Jepang.

Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong turut mengapresiasi proyek ini sebagai bukti semakin dalamnya hubungan bilateral. "Kekuatan kita antara Batam dan Singapura saling melengkapi. Proyek seperti kabel Nongsa-Changi sangatlah penting. Kabel ini akan mendukung pertumbuhan pusat data dan layanan digital di Batam serta membantu bisnis beroperasi lintas batas. Hal ini akan membawa lebih banyak peluang bagi Singapura, Indonesia, dan ASEAN," tuturnya.

Investasi Strategis untuk Kedaulatan Digital

Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini mengatakan pendaratan NCC merupakan bagian dari komitmen TelkomGroup memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Investasi untuk NCC mencakup sekitar 15% dari total belanja modal tahunan Telin. "Rute terpendek berarti latensi terbaik. Ini krusial bagi para hyperscalers. Proyek ini selaras dengan strategi TLKM 30 untuk memperkuat infrastruktur digital nasional yang mampu bersaing di kancah global," kata Dian.

Ia menambahkan, NCC juga menjadi wujud kolaborasi strategis Indonesia dan Singapura dalam membangun ekosistem digital yang lebih terhubung dan berdaya saing. "Infrastruktur strategis ini tidak hanya memperkuat konektivitas dan ketahanan digital Indonesia, tetapi juga memberikan keberagaman jalur dan konektivitas yang semakin kuat bagi Singapura sebagai hub digital regional," terang Dian.

Managing Director Business-2 Danantara Indonesia Setyanto Hantoro menambahkan, investasi strategis seperti NCC juga berperan mendorong inovasi, daya saing, serta pertumbuhan berbagai sektor industri. "Pendaratan kabel ini bukan sekadar kabel di tepi pantai. Ini adalah katalis yang menumbuhkan industri pusat data, menyerap tenaga kerja lokal, dan melibatkan mitra kontraktor daerah. Efek multiplier-nya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Batam secara signifikan," ujarnya.

Target Beroperasi Penuh Akhir 2026

Meski seremoni pendaratan telah dilakukan, kabel NCC masih akan melewati tahap integrasi akhir sebelum melayani pelanggan secara penuh pada akhir September 2026. CEO Telin Abdul Rahman Ansory menjelaskan momen landing ceremony ini menandai tuntasnya konstruksi segmen laut. "Milestone hari ini memastikan kabel dari segmen laut telah mendarat di daratan. Tahap berikutnya adalah menyambungkan kabel tersebut ke jaringan darat untuk kemudian diterminasi di Cable Landing Station (CLS). Jika seluruh proses berjalan lancar, kami menargetkan NCC akan beroperasi penuh atau Ready for Service (RFS) pada akhir September 2026," jelasnya.

Dari sisi teknis, NCC dirancang dengan empat pilar utama: rute unik, latensi rendah, keragaman lokasi pendaratan, dan akses langsung Data Center-to-Data Center (DC-to-DC). "Pendaratan kabel ini memberikan kemerdekaan bagi pelanggan untuk melakukan koneksi langsung antar-pusat data tanpa gangguan di tengah jalan. Tujuannya jelas: membuka pipa data jauh lebih lebar dan memberikan akses jauh lebih cepat," tegas Abdul Rahman.

Infrastruktur NCC memastikan Indonesia siap menjadi pusat gravitasi data center di Asia Tenggara, didukung oleh jalur data tercepat dan terpendek yang pernah ada di selat antara Batam-Singapura.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags