Kemendikdasmen Luncurkan Program Gerakan Partisipasi Semesta untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu

- Selasa, 07 Juli 2026 | 01:06 WIB
Kemendikdasmen Luncurkan Program Gerakan Partisipasi Semesta untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan program Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) di Jakarta, Senin (6/7). Program ini dirancang untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa PSPB merupakan ajakan bagi seluruh elemen bangsa untuk berkolaborasi. "Gerakan itu pasti merupakan ajakan kepada kita semuanya, seluruh komponen yang hadir di sini agar kita kembali menghidupkan semangat gotong royong untuk memajukan pendidikan kita," ujarnya.

PSPB membuka ruang partisipasi bagi guru, kepala sekolah, pemerintah daerah, mitra pembangunan, hingga organisasi masyarakat. Suharti meyakini pendekatan kolaboratif ini akan memperkuat kualitas kebijakan pendidikan. "Saya merasa bahwa solusi bersama dan ruang partisipasi yang dibukakan, tak hanya bagi guru, kepala sekolah, satuan pendidikan, pemerintah daerah, tapi juga kepada mitra-mitra pembangunan dan organisasi. Pendekatan inilah yang kami yakini akan memperkuat kualitas kebijakan kita," katanya.

Amanah Presiden untuk Pendidikan Bermutu

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari amanah Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua kalangan. "Partisipasi semesta dalam konteks bagaimana kami melaksanakan amanah Bapak Presiden mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua dalam rangka pertama pemenuhan kebutuhan, yang kedua percepatan pelaksanaan program, ketiga peningkatan, dan yang keempat perluasan," kata Mu'ti.

Program ini juga bertujuan mengembangkan bakat dan minat anak di berbagai bidang, seperti olahraga, seni, dan akademik. Mu'ti mengungkapkan bahwa sering kali pihaknya harus mencari dukungan dari berbagai pihak untuk mengirimkan siswa berprestasi ke ajang internasional. "Kami ingin mengembangkan bakat dan minat anak-anak di bidang olahraga, seni, akademik, dan berbagai macam kompetisi. Sering kali kami harus mengetuk pintu dan dukungan itu datang dari mana-mana," ujarnya.

Mu'ti mengakui bahwa kendala anggaran kerap menghambat partisipasi siswa berprestasi di kancah internasional. Ia berharap kerja sama dengan mitra dalam program PSPB dapat menjadi solusi. "Kadang-kadang masalahnya sederhana, bagaimana memberangkatkan anak-anak hebat ini bisa ikut bertanding di kancah internasional. Tidak selalu ada anggarannya dalam APBN, tapi selalu ada jalan yang bisa dibantu oleh mitra-mitra kami," pungkasnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags