Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafii, membeberkan hal itu dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR, Kamis (27/1).
"Awalnya kami mendeteksi satu puncak titik pusat longsor, yang kami sebut 'mahkota longsor'. Jarak dari titik mahkota itu sampai ke titik terdampak paling bawah mencapai 2.009 meter," papar Syafii.
Tapi ternyata, ceritanya tak sesederhana itu. Mahkota yang terdeteksi pertama bukanlah yang utama. Ada lagi mahkota longsor lain yang letaknya lebih tinggi, di puncak Gunung Burangrang.
"Jadi di puncak Gunung Burangrang itu sebenarnya ada mahkota pertama. Longsoran dari mahkota pertama inilah yang kemudian memicu longsoran kedua dengan mahkota yang kami deteksi tadi," tambahnya.
"Dua longsoran beruntun itulah yang akhirnya menimpa bukit besar di bawahnya dan menimbulkan dampak seluas ini."
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral