Gencatan Senjata Gaza Ternoda, 32 Nyawa Melayang dalam Serangan Udara

- Minggu, 01 Februari 2026 | 17:30 WIB
Gencatan Senjata Gaza Ternoda, 32 Nyawa Melayang dalam Serangan Udara

Asap masih mengepul, sementara suara sirene dan teriakan memenuhi udara. Sabtu (31/1) lalu, serangkaian serangan udara Israel kembali menghantam Jalur Gaza. Menurut laporan Badan Pertahanan Sipil setempat, sedikitnya 32 warga Palestina kehilangan nyawa. Yang menyayat hati, mayoritas dari mereka adalah anak-anak dan perempuan.

“Jumlah korban tewas sejak fajar hari ini meningkat menjadi 32 orang, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan,” ungkap pernyataan resmi badan tersebut, seperti dikutip AFP pada Minggu (1/2).

Juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal, dengan suara berat menjelaskan bahwa serangan kali ini menyasar sejumlah lokasi sipil. Bukan target militer.

“Apartemen tempat tinggal, tenda-tenda, tempat penampungan, dan sebuah kantor polisi menjadi target serangan,” tegasnya.

Di kawasan Rimal, sebuah unit apartemen rata dengan tanah akibat hantaman langsung. Keadaan di lokasi sungguh memilukan; puing-puing berserakan dan bercak darah terlihat jelas di jalanan sekitar.

Salah seorang kerabat korban, Samer al-Atbash, tak kuasa menahan duka.

“Tiga anak perempuan meninggal saat mereka sedang tidur. Kami menemukan jasad mereka di jalan,” katanya, menggambarkan betapa tragisnya kejadian itu.

Sementara itu, kerabat lainnya, Nael al-Atbash, mempertanyakan dengan nada getir tentang gencatan senjata yang dikabarkan masih berlaku.

“Gencatan senjata apa yang kalian maksud? Semua orang saling menipu satu sama lain,” ujarnya penuh kekecewaan.


Halaman:

Komentar