Di bawah pengawalan ketat, Erick Moreno Hernandez akhirnya tiba di Peru. Ia tiba di Direktorat Penerbangan Kepolisian (DIRAVPOL) di Collao, Selasa (28/1) lalu, setelah perjalanan panjang dari Paraguay. Petugas Interpol dan polisi Peru tampak siaga mengelilinginya. Pria yang dijuluki "Si Monster" itu kini benar-benar menghadapi musik.
Di Peru, nama Moreno bukan nama sembarangan. Dia dikenal sebagai otak utama dalam sebuah organisasi kriminal yang sangat ditakuti. Kelompoknya, "Los Injertos del Cono Norte", punya catatan keji: pemerasan sistematis dan yang lebih mengerikan pembunuhan berencana. Tak heran pengadilan menjatuhkan hukuman yang sangat berat padanya: 32 tahun penjara. Dan sekarang, ia datang untuk menjalaninya.
Namun begitu, perjalanan menuju penjara ini tidaklah instan. Moreno sempat menjadi buronan selama hampir tiga tahun, menghilang dari radar. Barulah pada September tahun lalu, jejaknya terendus di Asunción, Paraguay. Penangkapan itu sendiri adalah buah dari kolaborasi aparat di berbagai negara. Kerja sama lintas batas itulah yang akhirnya membawa "Si Monster" ini kembali ke tanah air, memenuhi panggilan hukum yang sudah menunggu terlalu lama.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral