Es Gabus Dituduh Spons, Kapolri dan Panglima TNI Didesak Beri Hukuman Tegas

- Kamis, 29 Januari 2026 | 12:50 WIB
Es Gabus Dituduh Spons, Kapolri dan Panglima TNI Didesak Beri Hukuman Tegas

Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Agus Subiyanto didesak untuk bertindak tegas. Desakan ini menyusul aksi sejumlah oknum polisi dan TNI yang menekan seorang pedagang es gabus bernama Sudrajat. Bukan main, pedagang kecil itu dituduh menjual produk berbahan spons.

“Kapolri dan Panglima TNI harus memecat para anggota polisi dan TNI yang terlibat menganiaya bapak pedagang kecil ini. Kejadian ini sangat biadab,”

Begitu tegas pernyataan advokat senior Azas Tigor Nainggolan, yang disampaikan lewat keterangan tertulisnya, Kamis lalu.

Menurut Tigor, permintaan maaf yang sudah disampaikan oknum tersebut jelas tidak memadai. Coba bayangkan, katanya, jika korban itu adalah orang tua kita sendiri. “Apakah menerima hanya dengan permintaan maaf?” tegasnya lagi. Ia menilai hukuman berat mutlak diperlukan sebagai bentuk keadilan.

Insiden bermula Sabtu pekan lalu di Kemayoran, Jakarta. Saat itu, Sudrajat dituduh menjual es gabus yang diduga mengandung spons. Tuduhan itu langsung dilayangkan oleh oknum aparat.

Namun begitu, fakta kemudian berbicara lain. Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya rupanya sudah melakukan pemeriksaan. Sampel es itu dites di laboratorium, dan hasilnya cukup mengejutkan: es tersebut dinyatakan aman dikonsumsi. Tidak ada bahan berbahaya, apalagi spons, yang ditemukan.

Di sisi lain, sebagai bentuk rekonsiliasi, Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Serda Heri Purnomo akhirnya menemui Sudrajat. Pertemuan itu berlangsung di sebuah musala di Bojonggede, Bogor. Di sana, kedua oknum itu secara resmi meminta maaf atas tuduhan yang ternyata keliru.

Tapi bagi banyak pengamat, permintaan maaf saja tak cukup. Aksi gegabah yang mempermalukan dan menekan warga kecil ini dianggap telah melukai kredibilitas institusi. Tekanan publik kini mengarah pada tuntutan agar ada tindakan disiplin yang jelas dan transparan dari pimpinan tertinggi Polri dan TNI.

Kasus ini, meski terlihat sederhana, menyisakan pertanyaan besar tentang etos pelayanan dan perlindungan terhadap warga oleh aparat. Nuansa intimidasi terhadap pedagang kaki lima seperti Sudrajat bukan hal baru, sayangnya. Dan masyarakat menunggu, apakah kali ini akan ada perubahan berarti.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar