Rocky Gerung Sindir Keras Board of Peace Donald Trump
Kalau mau dibilang, apa sih sebenarnya Board of Peace yang digagas Donald Trump itu? Rocky Gerung punya analogi yang cukup tajam. Menurutnya, ini persis seperti zaman penjajahan dulu. Bayangkan saja, Belanda mengundang Portugal, Inggris, dan Jepang untuk duduk bersama. Topiknya? Membahas nasib dan kemerdekaan Indonesia.
Tapi, ya itu. Orang Indonesia sendiri justru tak diundang ke meja perundingan. Isinya cuma satu: jaminan keamanan buat Belanda, sambil pamer-pamer peta wilayah jajahan mereka yang baru.
Menurut Gerung, logika di balik dewan perdamaian Trump itu ya kurang lebih sama. Intinya absurd.
DUNGU.
Faktanya memang menggelikan. Di dewan tertinggi yang diketuai Trump sendiri, sama sekali tidak ada perwakilan dari Palestina. Mereka yang konfliknya hendak 'didamaikan' justru tak mendapat kursi.
Di sisi lain, Benjamin Netanyahu malah dapat undangan. Perdana Menteri Israel itu bahkan sudah resmi bergabung. Jadi, siapa yang didengar suaranya? Jelas bukan pihak yang paling terdampak.
Memang, situasinya jadi terasa seperti lelucon yang menyedihkan. Sebuah dewan perdamaian tanpa salah satu pihak yang berperang. Apa iya hasilnya bisa adil?
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu