Rocky Gerung Kembali Diperiksa, Ijazah Jokowi dan Pertarungan Moral di Baliknya

- Rabu, 28 Januari 2026 | 06:50 WIB
Rocky Gerung Kembali Diperiksa, Ijazah Jokowi dan Pertarungan Moral di Baliknya

Oleh: Erizal

Selasa, 21 Januari 2026, Rocky Gerung kembali memenuhi panggilan pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Kali ini, posisinya adalah saksi ahli yang diharapkan bisa meringankan tiga tersangka: Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma.

Bagi Rocky, suasana ruang pemeriksaan polisi sepertinya sudah tak asing lagi. Ia kerap tampil sebagai saksi ahli di berbagai persidangan. Dan besar kemungkinan, perannya ini akan terus dipersoalkan oleh pendukung Joko Widodo alias Jokowi.

Ingat saja kasus Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti yang berhadapan dengan Luhut Binsar Panjaitan. Saat itu, Rocky juga hadir sebagai saksi ahli. Hasilnya? Hakim akhirnya membebaskan keduanya.

Nah, yang menarik dari pemeriksaan kali ini adalah konteksnya: kasus dugaan pemalsuan ijazah Jokowi. Rocky punya sejarah panjang dengan topik ini. Pernyataannya jauh hari lalu sempat mengguncang.

Ia pernah bilang, ijazah Jokowi itu asli, tapi pemiliknya yang palsu.

Ucapan itu dilontarkannya dalam podcast Hendri Satrio. Waktu itu, pernyataan singkatnya langsung memantik imajinasi publik. Seolah ada sesuatu yang memang tidak beres dengan dokumen akademik sang presiden. Situasinya tentu berbeda dengan sekarang, di mana segalanya mulai terkuak sedikit demi sedikit.

Survei terbaru menunjukkan, kepercayaan publik terhadap keaslian ijazah itu terus merosot. Pengakuan dari Rektor UGM dan hasil Labfor Bareskrim Polri pun terasa semakin longgar, tidak lagi solid.

Sebagai pengamat, Rocky Gerung tentu tidak asal bicara. Banyak yang menduga, ia punya akses pada informasi-informasi dari dalam lingkaran kekuasaan itu sendiri. Informasi yang tak bisa dibuka mentah-mentah, lalu diolah dan dibungkus dengan cermat oleh Rocky.

"Ijazahnya asli, pemiliknya yang palsu" – itu mungkin adalah cara membungkus yang paling pas kala itu.

Bayangkan jika sejak awal ia langsung menyerang frontal: ijazahnya palsu, pemiliknya juga palsu. Bisa-bisa imajinasi publik malah tidak terbangun. Rocky akan mudah dicap bermuatan sentimen, bukan sedang berargumen seperti jargon yang sering ia usung.

Tapi sekarang? Kalau pun Rocky hari ini menyatakan ijazahnya palsu, mungkin publik sudah lebih siap menerimanya. Namun, kecil kemungkinan ia akan memberikan kesaksian seperti itu di hadapan penyidik Polda Metro Jaya.

Seperti yang selalu ia tegaskan, kasus ijazah Jokowi ini pada hakikatnya bukan sekadar perkara hukum. Ini adalah persoalan moral.

Pada akhirnya, ini tentang rakyat yang mempertanyakan kejujuran pemimpinnya. Sebuah nilai yang terasa sirna sejak lama, dan hingga detik ini, belum juga kembali.

(Direktur ABC Riset & Consulting)

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler