Di akun Facebook pribadinya, Abdul Gaffar Karim dosen Fisipol UGM itu baru saja membagikan sebuah refleksi yang cukup menusuk. Ia bicara soal demokrasi, tapi dengan cara yang berbeda dari buku-buku tebal.
Sudah lama para ilmuwan politik menulis ratusan halaman. Mereka berusaha menjelaskan bahwa kondisi demokrasi di banyak tempat sedang tidak baik-baik saja. Istilah-istilah akademik pun bertebaran: democratic erosion, backsliding of democracy, atau the shrinking democratic space. Ada juga yang lebih dramatis, menulis buku berjudul How Democracies Die.
Tapi menurut Gaffar, semua uraian panjang lebar itu tiba-tiba terangkum utuh hanya dengan empat kata. Baginya, keempat kata ini ibarat muara dari puluhan sungai analisis yang berliku-liku. Ringkas, kongkret, dan langsung nyangkut di kepala.
Lalu, apa empat kata itu?
Artikel Terkait
Patung Macan Aneh di Kediri Justru Jadi Magnet Wisata dan Pendorong Ekonomi Desa
Babi Ngaku Halal: Sindiran Pedas Puji Anugrah Laksono pada Para Pengkotbah Moral
Di Balik Stereotip Manja: Kesepian yang Tak Terungkap dari Anak Bungsu
Retret Kabinet Berakhir, Prabowo Apresiasi Inisiatif Menteri dan Sinyalkan Optimisme 2026