Di sisi lain, kehadiran Senator Bernie Sanders yang rencananya akan menyampaikan sumpah jabatan di hari lain semakin mempertegas warna kepemimpinannya. Mamdani bukanlah politisi biasa. Ia adalah produk dari gelombang politik progresif yang semakin mendapat tempat.
Usai acara inti, perhatian pun beralih ke agenda nyata. Dalam pidato perdananya di City Hall, didampingi sang istri, Rama Duwaji, Mamdani langsung menyasar isu-isu pokok yang menjadi keresahan banyak warga. Suaranya lantang menentang ketimpangan.
“Kami akan bertanggung jawab kepada seluruh warga New York, bukan kepada miliarder atau oligarki mana pun yang mengira mereka dapat membeli demokrasi kita,”
Begitu deklarasinya. Ia kemudian merinci sejumlah prioritas yang akan segera digarap. Program penitipan anak universal, percepatan penyediaan rumah susun berbiaya terjangkau, dan yang tak kalah penting: layanan bus gratis di seluruh penjuru kota. Baginya, transportasi umum yang murah adalah urat nadi keadilan sosial.
Malam itu, di stasiun tua yang bisu, sebuah babak baru untuk New York dimulai. Bukan hanya tentang seorang wali kota baru, tetapi tentang sebuah janji untuk mengubah arah. Janji yang kini ditunggu realisasinya oleh jutaan pasang mata.
Artikel Terkait
Roti Maros, Camilan Manis Khas Sulawesi Selatan dengan Isian Selai Srikaya
Menteri Pertanian Soroti Rembesan Gula Rafinasi yang Rugikan Petani dan BUMN
Prabowo Ingatkan Ancaman Manipulasi AI dan Akun Palsu di Media Sosial
Warga Makassar Tertipu Rp12 Juta dalam Penawaran Tukar Uang Baru di Facebook