Kapten CKM drg. Alfian dari Kesdam setempat yang ditemui menjelaskan situasi secara gamblang. Timnya sudah bekerja sejak awal musibah terjadi.
“Sudah lebih dari 2.300 pasien kami tangani,” ujarnya. “Paling banyak yang kami tangani ISPA dan infeksi kulit.”
Penjelasan singkat itu menggambarkan betapa beratnya dampak yang dirasakan masyarakat. Namun begitu, kehadiran posko ini jelas menjadi penolong yang sangat berarti.
Secara keseluruhan, kunjungan kerja ini memperlihatkan sebuah sinergi. TNI tidak hanya hadir sebagai penjaga kedaulatan, tapi juga turun tangan langsung membangun jembatan dan mengoperasikan posko kesehatan. Ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah untuk pemulihan yang terpadu. Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan diharapkan bisa mempercepat rehabilitasi di Tapanuli Selatan. Tujuannya satu: pemulihan yang berkelanjutan, aman, dan menyentuh kebutuhan paling dasar warga.
Langkah-langkah seperti ini, meski terkesan darurat, punya arti besar bagi masyarakat yang sedang berusaha bangkit.
Artikel Terkait
Kapal Harapan Kedua PMI Angkut 2.500 Ton Bantuan untuk Pemulihan Pasca-Bencana
MSBI Desak Kejagung: Beralih dari Pertamina, Selidiki Dugaan Kebocoran di PLN
Utang Rp700 Ribu Berujung Petaka, Pemuda 18 Tahun Tewas Dijerat di Kamar Kos
Taxi Driver 3 Kuasai SBS Drama Awards, Lee Je-hoon Pecahkan Rekor Daesang