Armada Kemanusiaan Global Siap Hadang Blokade Gaza pada 2026

- Rabu, 24 Desember 2025 | 05:40 WIB
Armada Kemanusiaan Global Siap Hadang Blokade Gaza pada 2026

Armada Kemanusiaan Raksasa Menuju Gaza di Musim Semi 2026

Rencana besar sedang disusun. Musim semi 2026 nanti, sebuah armada sipil global bernama Sumud berencana berlayar menuju Gaza. Bayangkan saja: lebih dari seratus kapal, mengangkut sekitar tiga ribu orang dari seratus lebih negara, bergerak bersama di lautan. Ini bukan sekadar misi simbolis. Para penyelenggaranya punya tekad bulat untuk menantang blokade yang membelenggu wilayah Palestina itu.

Mereka datang dengan misi yang jelas: memberi perlindungan, bantuan, dan dukungan untuk tahap awal pembangunan kembali. Yang cukup mencolok, armada ini akan membawa lebih dari seribu tenaga kesehatan dokter, perawat, paramedis yang siap bekerja di lapangan. Sebuah armada medis terapung yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Namun begitu, jalan menuju Gaza tak pernah mudah. Kita masih ingat jelas apa yang terjadi pada Oktober 2025 silam. Saat itu, armada Sumud versi sebelumnya dengan 50 kapal dan 400 aktivis dari 40 negara sudah dicegat secara paksa. Kejadiannya di perairan internasional, sekitar 40 mil laut dari pantai Gaza.

Padahal, mereka membawa muatan yang sangat dibutuhkan: 500 ton persediaan medis dan makanan untuk mematahkan blokade yang sudah berlangsung 18 tahun. Semuanya sia-sia. Pasukan khusus Israel merebut kapal-kapal itu dan menahan seluruh awaknya.

Kisah setelah penangkapan itulah yang kemudian beredar luas dan memicu kemarahan internasional.

Sejumlah tokoh penting yang jadi saksi mata, termasuk aktivis iklim Greta Thunberg, menceritakan pengalaman mengerikan mereka. Mereka melaporkan penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi selama berada dalam tahanan Israel. Laporan-laporan itu menggambarkan situasi yang jauh dari standar perlakuan terhadap tahanan sipil.

Jadi, rencana untuk 2026 ini seperti sebuah jawaban. Sebuah tekad yang bahkan lebih besar untuk menyampaikan solidaritas dan bantuan, meski risiko di depan mata tetap nyata. Mereka bersiap, dan dunia pasti akan menunggu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar