Jumhur Hidayat Kagumi Harmoni Buruh-Manajemen di Kebun Sawit Cargill

- Kamis, 18 Desember 2025 | 18:25 WIB
Jumhur Hidayat Kagumi Harmoni Buruh-Manajemen di Kebun Sawit Cargill

Kunjungan ke Kebun Sawit, Jumhur Hidayat: Tirulah Cargill dalam Hubungan Industrial

Rabu kemarin, tepatnya 17 Desember 2025, suasana di salah satu kebun sawit PT. Hindoli di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, tampak berbeda. Ketua Umum DPP KSPSI, Jumhur Hidayat, hadir di tengah-tengah para pekerja yang sedang memanen. Kunjungannya ini memenuhi undangan DPD KSPSI Sumsel, dan ia tak cuma bertemu pengurus serikat, tapi juga ngobrol langsung dengan anggota di lapangan.

Rombongan Jumhur, yang juga diantar oleh Ketua Umum FSP Pertanian dan Perkebunan Saadi Pamungkas serta Ketua DPD KSPSI Sumsel Zainal Arfin Hulap, kemudian diterima oleh manajemen. Presiden Direktur Edwin Suryajaya dan Direktur Korporasi Hubungan Pemerintah dan Komunitas Eko Sutjipto yang menyambut mereka.

Pertemuan itu lebih dari sekadar formalitas. Jumhur dan kawan-kawan diajak melihat dari dekat bagaimana sistem hubungan industrial dijalankan perusahaan yang masuk dalam Cargill Group asal Amerika Serikat itu.

Dan hasil pengamatannya cukup mengejutkan, setidaknya bagi Jumhur.

"Saya rasa hubungan industrial yang pernah saya impikan ada disini. Terlihat akrabnya hubungan antara manajemen dan serikat pekerja bagaikan menghela kapal bersamaan dengan tugas dan kewajiban masing-masing,"

Begitu komentar Jumhur usai melihat langsung dinamika di tempat kerja. Ia menilai, kultur perusahaan yang mengutamakan manusia atau put the people first ternyata selaras banget dengan prinsip solidaritas gerakan buruh. Hal itu terwujud dalam penerapan K3 yang ketat, kompensasi yang layak, dan yang paling kentara: komunikasi yang terbuka antara pekerja dan pimpinan.

Namun begitu, yang paling menarik perhatiannya adalah perhatian perusahaan pada pekerja perempuan. Bukan cuma lewat pembentukan Komite Gender untuk menangani isu-isu khusus seperti pelecehan atau KDRT, lengkap dengan Rumah Perlindungan. Tapi juga adanya fasilitas Taman Asuh dan Bermain untuk anak-anak balita, dengan pengasuh profesional di dalamnya.

"Saya juga bersyukur atas perlakuan perusahaan pada pekerja perempuan. Ini langkah nyata yang patut dicontoh,"

katanya.

Pendapat Jumhur sepertinya diamini oleh pengurus serikat di lapangan. Cecep Wahyudin, salah satu yang hadir, menyebutkan bahwa dari puluhan perusahaan perkebunan sawit di Sumsel yang berafiliasi dengan KSPSI, Cargill Grup memang yang paling menonjol. Baik dalam hal hubungan industrial maupun kesejahteraan pekerjanya.

Kunjungan itu ditutup dengan kegiatan yang cukup padat. Jumhur ikut serta dalam apel pagi pekerja pukul 05.30 WIB. Usai itu, ia menyambangi bengkel alat kerja dan gudang penyimpanan. Tak lupa, dialog langsung dengan para pekerja di kebun menjadi penutup rangkaian acara.

Sebelum berpamitan, Jumhur menyampaikan harapannya dengan nada yang cukup tegas.

"Setelah melihat langsung apa yang terjadi di sini, saya ingin semua perusahaan sawit di Indonesia meniru Cargill Group. Biar benar-benar terasa, memanusiakan manusianya,"

pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler