Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengaku belum paham betul soal fenomena bendera putih yang dikibarkan di Aceh. Ia berjanji akan mengecek langsung informasi yang beredar itu. "Saya belum tahu, nanti saya cek dulu," ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan Tito dengan singkat, Selasa (16/12/2025), usai ditemui di sekitar Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan konteks sebenarnya sebelum mengambil kesimpulan apa pun. Tujuannya jelas: mencegah kesalahpahaman yang bisa timbul di masyarakat.
Sebelumnya, aksi pengibaran bendera putih di sejumlah titik di Aceh memang ramai jadi perbincangan. Di media sosial, unggahan foto dan video menunjukkan bendera putih berkibar di beberapa ruas jalan. Banyak yang mengaitkannya dengan isyarat darurat.
Bagi sebagian warga, bendera putih itu bukan sekadar kain. Ia jadi simbol kepasrahan isyarat bahwa mereka sudah tak sanggup lagi menanggung beban. Entah itu dampak bencana, atau mungkin tekanan ekonomi yang kian mencekik.
Gambar yang beredar memperlihatkan sejumlah bendera putih terpasang di tiang atau jendela rumah. Pemandangan itu tentu mengundang tanya: apa sebenarnya yang ingin disampaikan warga Aceh lewat simbol universal "menyerah" ini?
Artikel Terkait
Tiga Ribu Personel Dikerahkan untuk Berantas Pelanggaran Nekat di Jalanan Jakarta
Serangan Terhadap Keturunan Hadrami: Pola Lama dalam Kemasan Baru
Sarkasme Kapolri di DPR dan Drama Loyalis yang Memantik Kemarahan Publik
Prabowo Buka Rakornas 2026, Soroti Evaluasi Kinerja dan Sinergi Menuju Indonesia Emas