Akses Jalan Sumatera Mulai Pulih, Ratusan Personel dan Alat Berat Dikerahkan

- Rabu, 17 Desember 2025 | 12:24 WIB
Akses Jalan Sumatera Mulai Pulih, Ratusan Personel dan Alat Berat Dikerahkan

Pemandangan di sejumlah wilayah Sumatera perlahan mulai berubah. Jalan-jalan yang sebelumnya terputus total oleh longsor dan banjir, kini satu per satu mulai bisa dilalui lagi. Warga yang sempat terisolasi mulai bisa bernapas lega.

Upaya pemulihan ini tak lepas dari kerja keras Kementerian PU. Mereka tak main-main, langsung menerjunkan ratusan personel ke lapangan. Tercatat, 310 orang dari berbagai bidang keahlian dikerahkan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar untuk respons cepat dan perbaikan infrastruktur.

“Seluruh personel tersebut berasal dari unsur Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Cipta Karya,” jelas data Kementerian PU, Selasa lalu. Tugas mereka beragam, mulai dari inspeksi kerusakan hingga mendukung komando darurat di daerah bencana.

Tak cuma manusia, alat berat pun dikerahkan dalam jumlah besar. Ada 312 unit alat berat plus 10 jembatan Bailey yang disiapkan. Rinciannya, 128 unit di Aceh, 68 unit untuk Sumut, dan 116 unit di Sumbar. Belum lagi 358 unit alat pendukung lainnya yang tersebar di tiga provinsi itu.

Berkat upaya gabungan ini, hasilnya mulai terlihat. Sejumlah akses utama antar kota dan kabupaten di tiga provinsi itu akhirnya terbuka. Berikut daftar ruas jalan dan jembatan yang, berdasarkan data Rabu (17/12), sudah bisa dilalui masyarakat:

Aceh

Mulai dari ruas Banda Aceh - Meureudu, lalu Lhokseumawe sampai Langsa. Dari Langsa ke Kuala Simpang, dan terus hingga perbatasan Sumut. Di daerah lain, akses seperti Sp. Uning menuju Blangkejeren dan Kota Kutacane ke batas Sumut juga sudah beroperasi. Jembatan Kr. Merdu dan ruas Bireuen - Bener Meriah (Jembatan Teupin Mane) juga sudah bisa dilintasi.

Sumatera Utara

Situasinya cukup kompleks, tapi beberapa koridor vital sudah berfungsi. Misalnya, koridor Sidikalang menuju Sibolga, lalu Padang Sidempuan ke perbatasan Sumbar. Ruas Tarutung - Sipirok berstatus alternatif. Yang menggembirakan, ruas tol seperti Medan - Pangkalan Brandan dan Medan - Sinaksak juga sudah normal. Lintas Barat, Tengah, dan Timur Sumatera perlahan pulih, menghubungkan kembali daerah-daerah yang terputus.

Sumatera Barat

Di Sumbar, jaringan jalan mulai dari Padang merambah ke berbagai penjuru. Rute ke Pariaman, Lubuk Basung, hingga perbatasan Sumut sudah lancar. Begitu pula jalur menuju Bukittinggi, Payakumbuh, dan batas Riau. Akses ke selatan seperti Painan dan ke timur menuju Dharmasraya serta Padang Aro juga sudah bisa ditempuh.

Warga Bisa Pakai Jalur Alternatif

Memang, tidak semua perbaikan berjalan mulus. Beberapa ruas masih jadi tantangan berat bagi petugas. Ambil contoh jalan Tarutung–Sibolga dan Tarutung–Sipirok di Sumut. Medannya sulit, kerusakannya parah.

Karena itu, pemerintah memastikan jalur alternatif tetap dibuka. Warga yang perlu ke Sibolga, misalnya, bisa lewat Sidikalang–Barus–Sibolga. Sementara untuk ke Sipirok dari arah Balige, masih ada jalan provinsi sepanjang 114 kilometer via Siborong-borong dan Pangaribuan.

“Hingga kini, estimasi target penyelesaian belum dapat ditentukan,” ungkap data Kementerian PU. Kendalanya beragam, dari titik kerusakan yang belum teridentifikasi detail sampai akses alat berat yang terbatas ke lokasi terdampak.

Di ruas Tarutung–Sipirok yang rusak 2,4 kilometer, perbaikan dilakukan dari dua arah sekaligus. Pemerintah menargetkan arus jalan kritis seperti ini bisa normal kembali pertengahan Januari tahun depan.

Angka kerusakannya memang tidak kecil. Data per 15 Desember mencatat 1.413 lokasi terdampak di tiga provinsi. Rinciannya, 477 titik di Aceh, 306 di Sumut, dan 630 di Sumbar. Kerusakannya beragam, dari tanggul jebol, jalan putus, sampai genangan yang mengisolasi pemukiman.

Di tengah semua ini, komitmen pemerintah lewat Kementerian PU jelas: mempercepat perbaikan dan menjaga agar logistik serta mobilitas warga tidak mandek. Jalan alternatif adalah napas bagi pemulihan, dan itu terus diupayakan agar tetap hidup.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler