Foto Mirip Sekjen PSSI di Kasino Singapura Bikin Warganet Geram

- Sabtu, 13 Desember 2025 | 16:00 WIB
Foto Mirip Sekjen PSSI di Kasino Singapura Bikin Warganet Geram

Media sosial lagi-lagi riuh. Kali ini, sebuah foto yang diunggah akun Instagram @cat_warrior_indonesia jadi biang keributan. Gambarnya menunjukkan seorang pria yang diduga mirip Yunus Nusi, Sekjen PSSI, sedang asyik duduk di meja permainan sebuah kasino di Singapura.

Wajahnya santai. Tapi reaksi netizen justru sebaliknya: panas.

"Kayak mirip siapa? Tapi gak mungkin kalau salah satu pimpinan PSSI kan? Mereka baik-baik semua, gak mungkin main ke kasino di Singapura ya?"

Begitu bunyi caption yang sengaja diselipkan pengunggah. Sindiran halus itu langsung memantik spekulasi liar. Dalam sekejap, unggahan itu viral dan membanjiri timeline.

Isunya sensitif banget. Di satu sisi, publik lagi fokus mengawasi kinerja PSSI dan perjalanan Timnas Indonesia. Di sisi lain, muncul foto yang jika benar bisa mencoreng citra seorang petinggi federasi sepak bola. Wajar saja kalau banyak yang geram dan menuntut transparansi.

Komentar-komentar pedas pun bertebaran. Warganet nggak cuma membahas soal foto, tapi langsung menghubungkannya dengan berbagai masalah yang sedang membelit sepak bola nasional. Performa timnas yang dianggap naik-turun, kebijakan pergantian pelatih, semua jadi bahan omongan.

Ada satu komentar yang cukup menyita perhatian, dari akun @sinduuung.aw:

“Sepi ya, padahal ini sangat berkaitan dengan kondisi timnas yang sebenarnya. Kemarin adalah era emas, malah kini kembali setelah pabrik.”

Kritiknya tajam, mewakili kekecewaan sebagian fans. Mereka seolah melihat ada korelasi antara sikap personal pejabat dengan kondisi tim di lapangan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari PSSI atau dari Yunus Nusi sendiri perihal kebenaran foto tersebut. Apakah benar itu dirinya, atau sekadar orang yang mirip. Yang jelas, polemik ini sekali lagi menunjukkan betapa sorotan terhadap pimpinan sepak bola kita memang sangat tinggi. Setiap gerak-geriknya, langsung jadi bahan perbincangan publik.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar