Bupati Lampung Tengah Kembali Viral, Tidur Pulas di Rapat DPR RI

- Kamis, 11 Desember 2025 | 12:06 WIB
Bupati Lampung Tengah Kembali Viral, Tidur Pulas di Rapat DPR RI

Lampung Geh, Lampung Tengah

Nama Ardito Wijaya, Bupati Lampung Tengah, bukan kali pertama jadi sorotan. Sebelumnya, ia sudah viral karena sejumlah insiden, mulai dari abai protokol kesehatan sampai yang terbaru: tidur pulas di tengah rapat penting.

Mari kita mundur ke 2021. Saat itu, Ardito masih menjabat sebagai Wakil Bupati. Di tengah situasi pandemi yang masih mencekam, sebuah video beredar. Tampak Ardito asyik bernyanyi dan berjoget, tanpa masker sama sekali. Kerumunan di sekelilingnya pun terlihat padat, seolah aturan jaga jarak tak berlaku di sana. Adegan itu langsung memantik kritik tajam dari publik.

Tak lama setelah video itu ramai, pengadilan pun menjatuhkan sanksi. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gunung Sugih menghukum Ardito dengan sanksi administratif. Vonisnya unik: ia harus membersihkan fasilitas umum di Way Pengubuan dan… membayar denda dua ribu rupiah. Ya, Rp2.000. Hukuman yang bagi banyak orang terasa sangat ringan untuk pelanggaran di masa krisis kesehatan.

Lompat ke Juli 2025. Ardito, yang kini sudah menjadi Bupati, kembali menjadi bahan pembicaraan. Kali ini, ia tertangkap kamera sedang tidur nyenyak. Lokasinya bukan sembarang tempat, melainkan di dalam rapat dengar pendapat dengan Badan Legislatif Nasional di Gedung DPR RI. Sungguh situasi yang memalukan.

Dalam video yang beredar luas itu, Ardito tampak duduk di kursinya dengan mata terpejam. Kepalanya miring ke sebelah kanan, menunjukkan ia benar-benar terlelap. Rapat yang mestinya membahas urusan penting untuk rakyat, justru menjadi panggung tidur bagi seorang pejabat.

Viralnya video itu tentu memaksa Ardito angkat bicara. Melalui akun Instagram pribadinya, @ardito_wijaya, ia mengunggah klarifikasi pada Rabu, 9 Juli 2025.

"Saya ingin menjelaskan kejadian kemarin. Saat itu kondisi fisik saya memang sedang tidak fit setelah melakukan serangkaian kunjungan kerja yang padat. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini," ujarnya dalam video tersebut.

Namun begitu, klarifikasi itu tampaknya belum sepenuhnya meredakan gelombang kekecewaan. Bagi masyarakat, dua insiden ini dari joget tanpa masker hingga tidur di rapat seolah membentuk pola. Sebuah pola yang mempertanyakan keseriusan dan etos kerja seorang pemimpin di daerah.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler