JAKARTA - Kabar penangkapan Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, oleh KPK langsung menyita perhatian. Pasalnya, Ardito disebut-sebut sebagai kader Partai Golkar. Menanggapi hal ini, Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia, mengaku belum mendapat informasi yang jelas soal operasi tangkap tangan tersebut.
"Sampai dengan sekarang, saya belum saya dapat info ya," ujar Bahlil, yang juga menjabat Menteri ESDM. Ia ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu malam lalu.
Soal bantuan hukum untuk Ardito, Bahlil enggan berkomentar panjang lebar. Namun begitu, ia menegaskan satu prinsip penting yang harus dijunjung tinggi.
"Yang kedua, kita hormati semua proses hukum dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah," tandasnya tegas.
Di sisi lain, respons datang dari Sekjen DPP Partai Golkar, M. Sarmuji. Saat dikonfirmasi terpisah, Sarmuji tak begitu yakin menyebut Ardito sebagai kader partainya yang mapan. Menurutnya, Ardito masih terbilang pendatang baru.
"Ya sepertinya baru masuk, baru masuk belum mantap bener. Dulu dia nyalon di pilkada pakai partai lain. Terus ini baru saja keliatan masuk (Golkar) beberapa saat lalu," tutur Sarmuji.
Operasi yang menjerat sang bupati ini, menurut Wakil Ketua KPK Fitroh Roucahyanto, berkaitan dengan dugaan suap proyek. Sayangnya, detail proyek apa dan barang bukti apa yang berhasil diamankan, belum diungkap lebih lanjut oleh pihak KPK. Mereka masih menutup rapat-rapat informasi itu untuk kepentingan penyidikan.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu