MURIANETWORK.COM
Malam itu di Hotel Sultan, Jakarta, suasana terasa padat dan penuh perhitungan. Rapat Pleno PBNU baru saja usai, dan keputusan penting telah diambil. KH Zulfa Mustofa resmi ditetapkan sebagai Penjabat Ketua Umum PBNU. Di hadapan para hadirin, ia mengakui beban yang kini dipikulnya tidaklah ringan. Dua tugas besar langsung menanti.
Pertama, soal normalisasi roda organisasi. Kedua, persiapan untuk menghantarkan Muktamar NU ke-35 di tahun 2026. Dua pekerjaan rumah yang saling berkait, dan harus segera ditangani.
“Bahwa tugas saya sangat berat. Pertama, melakukan normalisasi roda organisasi, dan kedua, menghantarkan Muktamar ke-35,” ujar Zulfa, tegas.
Ia punya kesadaran penuh. Dinamika internal yang sempat memanas belakangan ini, menurutnya, telah meninggalkan jejak kesedihan dan rasa tak pasti di kalangan warga NU. Nah, di titik inilah ia mengajak semua pihak untuk berhenti sejenak. Bersatu kembali. “Saya tidak ingin menjadi bagian dari konflik masa lalu,” katanya. “Saya ingin menjadi solusi bagi jam’iyyah ini demi masa depan.”
Komitmennya jelas. Zulfa berjanji akan menjalankan amanah dari pleno dan arahan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, dengan sepenuh hati. Gaya bahasanya santri, merendah, namun punya tekad yang kuat.
“Saya berjanji akan menjalankan amanah ini seadil-adilnya, sebersih-bersihnya, seikhlas-ikhlasnya. Tanfidziyah adalah santri. Saya bukan siapa-siapa, hanya santri dari Rais Aam dan Syuriyah PBNU,” ungkapnya dengan nada tenang.
Di sisi lain, ada juga rencana jangka pendek yang tak kalah besar. PBNU akan menggelar peringatan Harlah 1 Abad NU Masehi. Acara kolosal itu rencananya digelar di Stadion Gelora Bung Karno pada 31 Januari 2026. “Kita akan membuat acara yang sangat besar di GBK,” ucap Zulfa. Baginya, momen itu bukan sekadar seremoni. Tapi sebuah pernyataan. “Itu akan menunjukkan bahwa Nahdlatul Ulama sudah kembali normal.”
Lalu, ada satu hal personal yang tak bisa diabaikan. Zulfa secara terbuka mengakui hubungan keluarganya dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. “Ya… Saya keponakan Kiai Haji Ma'ruf Amin,” ujarnya, menyebutnya dua kali untuk penekanan.
Restu dari sang paman, yang juga ulama besar, sudah ia minta sebelum posisi ini ia terima. “Semoga insyaallah restu-restu semuanya membuat perjalanan ini menjadi lebih ringan,” pungkasnya, menutup pernyataannya dengan harapan.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu