Ledakan Baterai Drone Diduga Tewaskan 22 Pegawai di Kemayoran

- Selasa, 09 Desember 2025 | 22:06 WIB
Ledakan Baterai Drone Diduga Tewaskan 22 Pegawai di Kemayoran

Asap sudah sirna, tapi suasana mencekam masih terasa di sekitar Gedung Terra Drone, Kemayoran. Kejadian Selasa (9/12) itu meninggalkan bekas yang dalam. Dari pantauan di lokasi, gedung itu kini dikepung garis polisi, membatasi siapa pun yang ingin mendekat. Meski begitu, tak sedikit warga yang masih bertahan, berkumpul di seberang jalan, memandangi gedung dengan tatapan penuh tanda tanya.

Lalu lintas yang sempat kacau balau mulai mengalir lagi. Jalur lambat untuk motor, yang tadi ditutup total, kini sudah bisa dilewati. Petugas polisi yang awalnya berjibaku mengatur arus pun sudah tak terlihat lagi. Normalitas perlahan kembali, meski hati banyak orang masih terguncang.

Korban jiwa dari insiden mengerikan ini tidak sedikit. Menurut informasi terakhir, dua puluh dua pegawai dinyatakan meninggal dunia. Jenazah mereka telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses lebih lanjut. Sebuah angka yang menyayat hati.

Lantas, apa pemicu nahas ini? Dari pemeriksaan sementara, sumber masalahnya diduga berasal dari baterai drone yang meledak di salah satu lantai. Tapi, polisi belum mau buru-buru menyimpulkan. Penyidikan masih terus digenjot untuk mengungkap kronologi pastinya.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi.

"Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan. Ada empat karyawan saksi, dua HRD," kata Roby.

Pemeriksaan terhadap keempat orang, termasuk dua staf HRD itu, diharapkan bisa memberikan titik terang. Soal prosedur keselamatan, penyimpanan peralatan, atau mungkin faktor kelalaian lain. Semuanya masih digali. Satu hal yang pasti, keluarga korban dan publik menunggu kejelasan atas musibah yang merenggut terlalu banyak nyawa ini.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler