Namun begitu, ini bukanlah pengiriman pertama. Anung mengungkapkan, sebelumnya sudah ada 52 kilogram bantuan serupa yang dititipkan melalui relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang lebih dulu berangkat ke lokasi.
Kehadiran Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dalam acara pelepasan itu memberi nuansa lain. Beliau tak cuma melihat prosesi resmi, tapi juga menangkap gelombang empati yang muncul secara spontan dari masyarakat.
"Ada warga yang saya amati di sini justru memberi makan gratis, atau apa. Ada beberapa kelompok mahasiswa yang berempati itu melalui keluarganya dikirim bantuan ke sana," cerita Paku Alam.
Baginya, momen seperti ini sungguh mengharukan. "Buat saya ini luar biasa. Inilah Indonesia," pungkasnya dengan nada penuh apresiasi. Sebuah gambaran kecil bahwa bantuan resmi pemerintah seringkali hanya menjadi trigger, sementara gelombang kebaikan datang dari mana-mana.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Mantan Kritis, Bahas Reformasi hingga Gaza
Remaja 15 Tahun di Cianjur Diduga Sodomi 10 Anak, Modusnya Jemur Burung Merpati
Di Balik Polemik Penjambret Tewas: Dua Vonis Pengadilan yang Terlupakan
Munifah, Lulusan Terbaik UT di Usia 22, Siap Berlayar ke Jepang