Namun begitu, ini bukanlah pengiriman pertama. Anung mengungkapkan, sebelumnya sudah ada 52 kilogram bantuan serupa yang dititipkan melalui relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang lebih dulu berangkat ke lokasi.
Kehadiran Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dalam acara pelepasan itu memberi nuansa lain. Beliau tak cuma melihat prosesi resmi, tapi juga menangkap gelombang empati yang muncul secara spontan dari masyarakat.
"Ada warga yang saya amati di sini justru memberi makan gratis, atau apa. Ada beberapa kelompok mahasiswa yang berempati itu melalui keluarganya dikirim bantuan ke sana," cerita Paku Alam.
Baginya, momen seperti ini sungguh mengharukan. "Buat saya ini luar biasa. Inilah Indonesia," pungkasnya dengan nada penuh apresiasi. Sebuah gambaran kecil bahwa bantuan resmi pemerintah seringkali hanya menjadi trigger, sementara gelombang kebaikan datang dari mana-mana.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral