Bantuan bencana alam dari Kementerian Pertanian untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar ramai dibicarakan. Tapi bukan soal besarnya bantuan, melainkan karena ada yang janggal di dalamnya.
Netizen yang cermat melihat daftar bantuan itu menemukan keanehan pada item beras. Tertulis jelas: bantuan beras sebanyak 21.874 kilogram. Nilainya? Rp 1,3 miliar lebih tepatnya.
Nah, kalau angka-angkanya dihitung, hasilnya bikin mengernyit. Harga berasnya jadi sekitar Rp 60.000 per kilo. Ya, enam puluh ribu rupiah. Angka yang jauh dari harga eceran di pasaran.
Hal ini tentu memantik pertanyaan. Publik pun mulai bersuara.
Di media sosial X, Jhon Sitorus @jhonsitorus_19 dengan blak-blakan mempertanyakan hal ini.
"Apaan ini? Masa beras Rp 60.000/ Kg?" tulisnya.
"Bukankah kata Mentan stok beras kita BERLIMPAH?"
Cuitan itu segera mendapat respons. Banyak yang ikut menyoroti kejanggalan angka tersebut. Seorang pengguna lain, Felix SGL, hanya menyindir singkat namun tajam: "Bencana adalah bisnis?"
Kecurigaan akan praktik tak terpuji pun mengemuka. Seperti yang diungkapkan Mohamat Mutajir, yang secara gamblang menyatakan ketidakpercayaannya.
"Makanya gw paling gak suka klo bantuan dikelola oleh pejabat.. Pasti pada korupsi," tulisnya.
Gelombang tanya dan kritik ini terus bergulir. Di satu sisi, bantuan untuk korban bencana sangat dinantikan. Namun di sisi lain, transparansi dan ketepatan penggunaannya justru dipertanyakan. Kementerian Pertanian sendiri belum memberikan klarifikasi resmi terkait hitung-hitungan yang viral ini. Publik masih menunggu jawaban.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu