Mualem Desak Pemerintah Tindak Tegas Pedagang, Harga Telur Tembus Rp100 Ribu

- Senin, 08 Desember 2025 | 01:06 WIB
Mualem Desak Pemerintah Tindak Tegas Pedagang, Harga Telur Tembus Rp100 Ribu

Harga telur melambung tinggi, bahkan ada yang sampai seratus ribu per papan. Di tengah situasi bencana yang masih menyisakan duka, keluhan ini dilontarkan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem. Ia tak sungkan meminta pemerintah pusat untuk bertindak tegas.

"Ini saya lihat di semua provinsi barang kewalahan, Pak. Sembako mereka pedagang-pedagang naik sesuka hati. Ini satu telur, satu papan telur, sampai Rp 100 ribu, Pak,"

Ucapannya itu disampaikan dalam sebuah rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, Minggu lalu. Lokasinya di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh.

Bagi Mualem, lonjakan harga yang tak terkendali ini sungguh memberatkan. Masyarakat sedang berjuang bangkit dari dampak bencana, namun justru ditekan oleh kenaikan harga kebutuhan pokok yang semena-mena. Ia pun secara khusus meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk turun tangan.

"Jadi Pak Menteri mungkin boleh membuat suatu pengumuman, amaran, bagi pedagang-pedagang yang ingkar,"

Permintaannya jelas. Tak hanya untuk pasar tradisional, tapi juga ritel modern. Ancaman sanksi ia sampaikan dengan nada tegas.

"Amarankan Pak, semua Alfamart, Indomaret, tidak sesekali menaikkan harga barang, kalau apa, saya copot izin Pak, seperti itu Pak,"

Selain soal harga, dalam kesempatan yang sama Mualem juga menyoroti kebutuhan mendesak lain yang masih menganga. Di beberapa lokasi pengungsian, ternyata ada yang kurang mendapat perhatian.

"Kemudian alat-alat ibadah alat ibadah juga tidak ada sama sekali,"

Keluhan ini sekaligus menggambarkan betapa pemulihan pascabencana bukan cuma soal tenda dan makanan. Ada kebutuhan lain, yang sifatnya lebih personal dan spiritual, yang juga tak kalah penting untuk dipenuhi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler