Prabowo Beri Tenggat Dua Pekan, Perbaikan Jembatan Rusak di Aceh Dipercepat

- Minggu, 07 Desember 2025 | 13:42 WIB
Prabowo Beri Tenggat Dua Pekan, Perbaikan Jembatan Rusak di Aceh Dipercepat

Kabut masih menggantung di sekitar Jembatan Bailey Teupin Mane, Bireuen, ketika Presiden Prabowo Subianto turun untuk melihat langsung kerusakan yang terjadi. Minggu pagi itu (7/12), ia menyampaikan target yang cukup ambisius: seluruh jembatan yang rusak di Aceh harus selesai diperbaiki dalam satu hingga dua minggu ke depan.

“Ini kita lihat salah satu Jembatan Bailey, mereka kerja terus,” ujarnya, menunjuk ke aktivitas pekerja di lokasi.

“Diharapkan satu minggu sudah bisa buka. Dan dari sini bisa terus untuk membuka tiga jembatan lagi ya. Yang menuju Bener Meriah dan Takengon ke atas.”

Menurut Prabowo, progres perbaikan di lapangan sudah berjalan intensif. Namun begitu, tantangannya tidak kecil. Akses dari berbagai titik sedang diupayakan mati-matian agar wilayah yang terisolasi bisa segera terhubung kembali.

“Ada jalan lagi dari Banda Aceh. Itu mungkin lebih ringan, karena hanya tiga lokasi ya,” katanya.

“Tadi kita lihat semua usaha dikerahkan, nanti semua jembatan akan diperbaiki. Mudah-mudahan satu, dua minggu ya. Karena masalahnya adalah tembus ini, baru kita bisa kerja yang lain.”

Persoalannya tak cuma jembatan. Di sisi lain, sejumlah bendungan juga dilaporkan rusak parah. Hal ini tentu menambah daftar pekerjaan yang harus segera dituntaskan.

“Jadi tadi dilaporkan bendungan-bendungan juga banyak yang jebol,” ucap Prabowo.

“Nanti PU ya akan segera memperbaiki.”

Untuk mendorong percepatan, Prabowo pun mengambil langkah tegas. Ia menunjuk langsung Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, untuk memimpin satuan tugas khusus.

“Saya tunjuk nanti KSAD sebagai Satgas percepatan perbaikan jembatan, untuk membantu PU dan Pemerintah Daerah,” jelasnya.

“Karena beliau punya banyak pasukan Zeni, pasukan konstruksi, pasukan pembangunan, pasukan teritorial. Jadi bisa segera membantu.”

Target satu dua minggu itu jelas bukan pekerjaan mudah. Tapi dengan komitmen dan sumber daya yang digerakkan, harapan untuk normalisasi akses di Aceh mulai terlihat titik terangnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler