Di tengah riuh rendah kawasan CFD Bundaran HI, Minggu pagi itu, ada sebuah pesan yang mengalir hangat. Komunitas penyandang disabilitas ternyata tak hanya hadir untuk memperingati hari mereka, tapi juga menggalang solidaritas. Mereka turut mengumpulkan bantuan untuk korban banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebuah aksi yang, jujur saja, menyentuh hati.
Usai mengikuti kegiatan fun walk dalam rangka Hari Disabilitas Internasional, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono berbicara. Ia mengungkapkan bahwa dukungan ini adalah bagian nyata dari gerakan gotong royong nasional. Menurutnya, respons terhadap bencana di tiga provinsi itu memang harus melibatkan semua pihak.
"Kita juga meminta kepada kelompok-kelompok disabilitas untuk ikut membantu, ya, ikut membantu bergotong-royong," ujar Agus.
Lalu ia melanjutkan dengan nada yang terdengar antusias, "Dan pada hari ini, tadi sudah saya sampaikan, dari sumbangan-sumbangan yang dilakukan di dalam kegiatan peringatan Hari Disabilitas Internasional sudah terkumpul ya, tadi kurang lebih Rp 200 juta lebih."
Angka pastinya? Rp 201.246.050. Jumlah yang tidak sedikit. Agus memastikan dana sebesar itu akan segera dikirimkan untuk meringankan beban warga di wilayah terdampak.
"Nanti tentunya akan kita salurkan, ya, sumbangan tersebut kepada saudara-saudara kita yang ada di Sumatera," tegasnya.
Di sisi lain, Agus tak bisa menyembunyikan apresiasinya. Ia melihat kontribusi ini sebagai sesuatu yang sangat berarti. Bukan cuma soal nominalnya, tapi lebih pada pesan yang dibawanya. Bahwa semangat untuk menolong sesama itu bisa datang dari siapa saja, dari seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
"Saya mengucapkan banyak terima kasih atas segala partisipasinya, terutama dari saudara-saudara kita disabilitas yang sudah memberikan dukungan, yang sudah memberikan support," katanya.
Menurutnya, peran aktif mereka ini justru akan memberi energi lebih. Semangat itu, kata Agus, pasti akan sampai ke saudara-saudara yang sedang berjuang di daerah bencana. Sebuah bukti nyata bahwa rasa kemanusiaan dan gotong royong tetap hidup di mana-mana.
Artikel Terkait
Kemhan Beri Santunan Rp50 Juta untuk Keluarga Lima Peserta Latsar yang Meninggal
Wamenaker: Perjanjian Kerja Bersama Cermin Hubungan Industrial yang Sehat
Zulhas Lantik Uya Kuya sebagai Ketua DPW PAN DKI Jakarta
BPSDM Bantah Paksaan dalam Pelatihan Bela Negara untuk Calon Manajer Kopdes Merah Putih