Kabupaten Bandung Darurat: 15 Kecamatan Porak-Poranda Diterjang Banjir dan Longsor

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 13:24 WIB
Kabupaten Bandung Darurat: 15 Kecamatan Porak-Poranda Diterjang Banjir dan Longsor

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bandung sejak Kamis malam lalu benar-benar meninggalkan jejak yang parah. Belasan kecamatan porak-poranda diterjang banjir dan tanah longsor. Menanggapi situasi ini, Pemkab Bandung akhirnya menetapkan status tanggap darurat bencana. Keputusan resminya tertuang dalam SK Bupati bernomor 300.2.1/KEP.731-BPBD/2025.

Status darurat ini berlaku selama sepuluh hari, mulai 5 hingga 14 Desember 2025. Penetapan itu diumumkan langsung oleh Bupati Dadang Supriatna saat ia meninjau lokasi longsor di Arjasari, Sabtu (6/12).

“Sekarang bukan hanya di sini (Arjasari), ada beberapa titik longsor dan banjir yang berkaitan dengan status tanggap darurat. Kita sudah mengeluarkan SK mulai 5 sampai 14 Desember,” ujarnya.

Dadang langsung menggerakkan seluruh jajaran pemerintah daerah. Semua kepala OPD, Forkopimda, hingga camat diperintahkan siaga penuh. Ia menegaskan, para camat wajib piket siaga satu dan tetap berada di wilayahnya masing-masing. Koordinasi informasi, menurutnya, harus berjalan cepat lewat grup WhatsApp.

“Seluruh kepala OPD harus bergerak bersama Forkopimda. Basarnas dan pihak provinsi juga sudah berkoordinasi, Pak Gubernur tadi menelepon dan akan mengirim perwakilan untuk membantu di Arjasari,” kata dia.

Tak kurang dari 15 kecamatan tercakup dalam status darurat ini. Di lapangan, bantuan logistik, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya mulai disalurkan. Dadang membeberkan pembagian tugasnya: dapur umum ditangani Dinas Sosial, sembako oleh Dinas Pangan, sementara BPBD fokus pada logistik dan asesmen. Untuk perbaikan jangka panjang, beberapa wilayah yang terdampak bahkan sudah dimasukkan dalam anggaran 2026.

Sementara bantuan terus digelontorkan, ancaman belum benar-benar berlalu. Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Wahyudin, mengingatkan warga untuk tidak lengah. Prediksi BMKG menyebutkan, Bandung Raya masih berpotensi diguyur hujan sedang hingga sangat lebat di akhir pekan ini.

“Kita imbau masyarakat agar waspada terhadap kondisi cuaca ini,” katanya.

Memang, hujan yang kembali turun pada Jumat (5/12) sempat memperparah keadaan. Area yang baru surut, kembali terendam. Laporan BPBD per Jumat itu menyebutkan ribuan kepala keluarga terdampak, dengan puluhan warga terpaksa mengungsi.

Kerusakan tersebar di mana-mana. Di Pangalengan, tepatnya Kampung Pasirmulya, dua rumah tertimbun material longsor. Kejadian serupa terjadi di Soreang, di Kampung Pasirkaliki, Desa Panyirapan. Kampung yang sama juga dilaporkan kebanjiran, merendam pemukiman warga.

Di Bojongsoang, ratusan rumah di Kampung Cijagra terendam banjir. Sementara di Cangkuang, longsor di Kawung Luwuk berdampak pada lima rumah. Banjir juga melanda kawasan padat seperti Dayeuhkolot, menyebabkan ribuan rumah terendam, dan di Baleendah, akses jalan terputus untuk kendaraan roda dua maupun empat.

Dari Cimaung, Pasirjambu, Ciwidey, hingga Kertasari, laporan longsor dan banjir terus berdatangan. Masing-masing menimbulkan kerusakan rumah dan mengganggu aktivitas warga. Situasinya benar-benar memprihatinkan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler