Roy Suryo Bantah Klaim Lulus UGM 5 Tahun dengan IPK 2,5: Mustahil!

- Selasa, 02 Desember 2025 | 19:50 WIB
Roy Suryo Bantah Klaim Lulus UGM 5 Tahun dengan IPK 2,5: Mustahil!

Di tengah hiruk-pikuk polemik soal ijazah, suara Roy Suryo kembali terdengar. Pakar telematika yang kerap jadi pusat perhatian ini punya pendapat keras. Menurutnya, mustahil ada mahasiswa yang bisa lulus dari UGM dalam waktu lima tahun kalau IPK-nya cuma 2,5 lebih sedikit. Dia bilang, klaim semacam itu cuma kebohongan lanjutan yang mengikuti perdebatan seputar riwayat pendidikan Presiden Jokowi.

"Tidak mungkin seorang anak pada zaman itu lulus 5 tahun tapi dengan IP 2,5," tegas Roy saat ditemui di Kantor Komisi Informasi Pusat, Selasa kemarin.

Dia menjelaskan, lima tahun itu sebenarnya waktu yang cukup cepat untuk menyelesaikan studi. Tapi capaian itu, menurut hitung-hitungannya, cuma bisa diraih kalau nilai IPK mahasiswanya minimal 3. Kalau di bawah itu? Rasanya sulit.

"Itu 5 tahun itu cepat sekali dan 5 tahun itu hanya bisa selesai kalau anak itu IP-nya 3 di atas," ujarnya.

Roy lalu mencoba membeberkan logikanya. Dengan IPK 2,5, katanya, beban SKS per semester maksimal ya 18. Nah, coba hitung saja. Total beban studi kurikulum gabungan dulu kan sekitar 150-an SKS. Kalau dibagi 18, hasilnya kira-kira 4,5 tahun.

Tapi itu belum final. Masih ada KKN yang makan waktu satu semester sendiri, belum lagi skripsi. Jadi, lima tahun? Terlalu singkat.

Untuk memperkuat argumennya, Roy juga menyebut beberapa dosen Fakultas Kehutanan UGM yang dia kenal. Menurut pengamatannya, mereka saja butuh waktu lebih dari lima tahun untuk menyelesaikan pendidikan.

Dengan semua pertimbangan itu, Roy semakin yakin. Mustahil, tegasnya, seseorang lulus tepat lima tahun dengan IPK segitu. Dia mendesak agar hal ini dibongkar sampai tuntas.

"Masa seseorang itu bisa lulus 5 tahun dengan IP 2,5 lebih sedikit? Jadi ini saya kira harus dibongkar," pungkasnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar