Di sisi lain, data terbaru dari BNPB per 30 November benar-benar menggambarkan betapa dahsyatnya musibah ini. Angkanya sungguh memilukan. Secara keseluruhan, bencana di Sumatra telah merenggut 442 nyawa. Yang menghentak, masih ada 402 orang lainnya yang tercatat hilang.
Rinciannya cukup panjang. Di Sumatera Utara, korban jiwa mencapai 217 orang, tersebar dari Tapanuli Tengah hingga Nias. Sumatera Barat mencatat 129 tewas, dengan 118 hilang dan puluhan ribu pengungsi. Sementara di Aceh, 96 orang meninggal dan 75 lainnya belum ditemukan.
Setiap kali data terbaru itu masuk, beban di pundak tim di lapangan terasa semakin berat. Mereka bukan hanya berhadapan dengan lumpur dan puing. Ada tanggung jawab besar yang mereka pikul.
“Para personel tahu, di balik setiap nama hilang, ada keluarga yang menunggu dengan cemas. Itu yang membuat mereka bekerja tanpa mengenal waktu,”
ujar Raymond, menggambarkan semangat juang anak buahnya.
Di tengah landscape bencana yang suram, kedatangan tim dari Palembang ini setidaknya menjadi secercah cahaya. Sebuah bukti bahwa di saat-saat terberat, bantuan dan harapan bisa datang dari mana saja.
Artikel Terkait
Investasi Jawa Barat Tembus Rp 296,8 Triliun, Lampaui Target di 2025
Jejak Digital Fufufafa dan Chilipari: Benang Merah yang Mengarah ke Gibran?
Demokrasi di Ujung Tangan: Ketika Suara Rakyat Hanya Ditakar dari Beras dan Minyak
Lamongan Diperpanjang Status Tanggap Darurat, Genangan Air Belum Surut di Enam Kecamatan