dr. Tifa Serukan Perang Semesta 2025 Usai Pemeriksaan Polda, Lawan Pemalsu Ijazah

- Jumat, 14 November 2025 | 20:50 WIB
dr. Tifa Serukan Perang Semesta 2025 Usai Pemeriksaan Polda, Lawan Pemalsu Ijazah

Usai Pemeriksaan Polda, dr. Tifa Serukan "Perang Semesta 2025" untuk Lawan Pemalsu Ijazah

Dokter dan pegiat media sosial, dr. Tifauzia Tyassuma, M.Sc., telah mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun media sosialnya. Pernyataan ini merupakan refleksinya setelah menjalani proses pemeriksaan di Polda. Dalam siaran persnya, dr. Tifa dengan lantang menyerukan perlawanan terhadap aksi pemalsuan ijazah, yang ia beri label "Perang Semesta 2025".

Seruan ini menarik paralel dengan perlawanan sejarah, yaitu Perang Diponegoro yang terjadi pada tahun 1825. dr. Tifa menyamakannya sebagai sebuah bentuk perlawanan moral untuk menentang berbagai ketidakadilan yang terjadi.

"Perjuangan ini mengingatkan saya pada semangat Perang Diponegoro. Ini bukan tentang pertarungan fisik, melainkan tentang keberanian untuk melawan manipulasi. Semangat itulah yang mendasari saya untuk berdiri hari ini: meluruskan hal-hal yang mengganggu nalar publik," tulis dr. Tifa dalam pernyataannya pada Jumat (14/11/2025).

Melalui lima poin sikap yang dirincikan, dr. Tifa menekankan pentingnya masyarakat untuk bersatu dan berani menuntut kejelasan atas dugaan penyalahgunaan wewenang di masa lampau, terutama yang berkaitan dengan isu ketidakjelasan ijazah. Ia menyatakan bahwa ini adalah sebuah kewajiban moral untuk menjaga integritas bangsa.

Ia juga menegaskan bahwa proses perbaikan negara memerlukan keberanian yang luar biasa untuk mengajukan pertanyaan kritis dan mengungkap fakta sebenarnya. Hal ini dianggapnya penting untuk mempertahankan standar etika dan moral dalam kepemimpinan.

dr. Tifa memberikan peringatan bahwa jika isu ini tidak ditangani dengan transparan dan melalui pendekatan ilmiah, maka ia akan berubah menjadi luka sejarah yang dalam. Masalah ini akan menjadi beban moral yang harus ditanggung oleh generasi penerus bangsa.

"Sebuah bangsa yang membiarkan ketidakjujuran menjadi preseden, akan menuai konsekuensi yang mahal di masa yang akan datang," tegasnya dalam pernyataan tersebut.

Di sisi lain, dr. Tifa menyampaikan keyakinannya yang kuat terhadap pemerintahan yang saat ini dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia meyakini bahwa Presiden Prabowo memiliki peluang besar untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang masih tertinggal, termasuk isu-isu yang menyangkut integritas publik.

"Saya yakin, Presiden Prabowo tidak akan membiarkan masalah penting seperti ini tetap menggantung. Karena keyakinan itulah, saya dapat melangkah dengan tenang," tulisnya. Pernyataannya ditutup dengan ungkapan Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh. Ḥasbunallāhu wa ni‘mal wakīl.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler