Pajak Gereja Picu Gelombang Pengunduran Diri Warga Swiss

- Senin, 10 Agustus 2026 | 19:50 WIB
Pajak Gereja Picu Gelombang Pengunduran Diri Warga Swiss

Ribuan warga Swiss berbondong-bondong meninggalkan gereja pada tahun lalu. Fenomena ini diduga kuat dipicu oleh kewajiban membayar pajak gereja yang masih berlaku di sejumlah kanton.

Pajak gereja dikenakan kepada warga yang terdaftar sebagai anggota gereja yang diakui negara. Besarannya bervariasi antara 1 hingga 3 persen dari pendapatan, tergantung kebijakan masing-masing kanton. Satu-satunya cara untuk terbebas dari pungutan ini adalah dengan resmi keluar dari keanggotaan gereja.

Data terbaru menunjukkan, sepanjang 2023, sebanyak 67.497 orang meninggalkan Gereja Katolik di Swiss. Angka itu hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, sekitar 39.517 orang juga keluar dari Gereja Protestan. Jika digabungkan, total hampir 107.000 orang meninggalkan gereja di Swiss sepanjang tahun lalu.

Institut Sosiologi Pastoral Swiss (SPI) mencatat Basel-Stadt sebagai kanton dengan tingkat pengunduran diri tertinggi, mencapai 4,5 persen. Wilayah ini memiliki mekanisme yang memungkinkan warga menghentikan keanggotaan gereja sehingga mereka tidak lagi dikenakan pajak gereja. Menurut laporan Religion Watch, tingkat pengunduran diri cenderung lebih tinggi di daerah yang memberlakukan pungutan tersebut.

Bukan Hanya Soal Pajak

Meski pajak menjadi pemicu utama, fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari faktor lain. Sekularisasi yang semakin meluas dan sejumlah skandal di lingkungan gereja juga disebut turut mendorong warga meninggalkan institusi keagamaan.

Data demografis menunjukkan sekitar 34 persen penduduk Swiss mengidentifikasi diri sebagai ateis pada 2022. Angka ini mengindikasikan bahwa sebagian warga memang semakin menjauh dari agama, sehingga tren keluar dari gereja tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan pajak.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags