Di tengah gelombang panas yang melanda China, sebagian warga menemukan cara unik untuk mendinginkan tubuh saat tidur: memeluk labu musim dingin. Buah yang mengandung lebih dari 95 persen air ini dianggap mampu menyerap panas kulit, memberikan sensasi sejuk tanpa biaya listrik. Namun, para ahli mengingatkan bahwa kebiasaan ini tidak sepenuhnya aman.
Meme yang viral di media sosial China menggambarkan labu raksasa seberat 7,5 kilogram sebagai "AC portabel" yang hemat energi dan senyap. Tak hanya balita, hewan peliharaan pun tampak nyaman tidur di atas tumpukan labu. Padahal, cara ini sebenarnya bukan hal baru. Masyarakat China zaman dulu telah menggunakannya untuk melewati malam musim panas yang gerah, bahkan tercatat dalam dokumen sejarah.
Ding Yiyun, dokter dari Departemen Kedokteran Psikosomatik Rumah Sakit Dongfang, Beijing University of Chinese Medicine, mengatakan kepada Beijing Daily bahwa memeluk labu dapat membantu mereka yang insomnia akibat panas atau sedang stres. Namun, ia menegaskan bahwa orang dengan tubuh sensitif terhadap dingin sebaiknya menghindari tren ini karena berisiko mengalami gangguan kesehatan. Ia menyarankan labu cukup dipeluk 10 hingga 20 menit sebelum tidur, bukan sepanjang malam, dan diganti secara berkala untuk mencegah bakteri.
Di luar rekomendasi medis, sejumlah orang telah merasakan dampak buruknya. Beberapa warganet mengaku terbangun dengan labu pecah, cairan busuk berceceran di tempat tidur. Seorang pengguna dari Provinsi Hubei bahkan membuang semua barang yang terkena cairan tersebut. "Baunya benar-benar menyiksa," komentar warganet lain.
Ao Qingyan, ahli agronomi senior dari Chengdu Academy of Agriculture and Forestry Sciences, menjelaskan bahwa ketika labu menempel di kulit sepanjang malam, panas tubuh dan selimut menciptakan lingkungan hangat dan lembap. Kondisi ini memicu mikroorganisme berkembang biak, menguraikan gula dalam labu, dan menghasilkan gas. Karena kulit labu kedap udara, tekanan di dalamnya meningkat hingga akhirnya meledak.
Meski berisiko, tren ini tetap diminati karena murah. Setelah digunakan, labu bisa dimasak menjadi sup atau hidangan lain, sehingga tidak terbuang sia-sia.
Artikel Terkait
Inflasi Pabrik China Melandai, Tekanan Harga Mulai Mereda
Laba Perusahaan Industri Besar China Tumbuh 18,7 Persen di Semester I 2026
Topan Dolphin Terjang China, Ribuan Penerbangan Dibatalkan
Apple Buka Akses AI Qwen untuk Pengguna Mac di China