Otoritas Jepang menghentikan pencarian korban gempa bumi bermagnitudo 7,1 yang mengguncang negara itu pada Selasa (28/7/2026). Penghentian dilakukan Sabtu (1/8/2026), dengan salah satu lokasi pencarian terakhir adalah Mal Aeon Kashima di Prefektur Kumamoto, yang meledak dan runtuh akibat ledakan pasca-gempa.
Dengan dihentikannya pencarian, jumlah korban tewas dipastikan mencapai 36 orang dan tidak ada lagi laporan warga hilang. Kantor badan penanggulangan bencana Kumamoto menyatakan, petugas SAR mengevakuasi 12 orang dari lokasi kejadian, tujuh di antaranya tewas.
“Kami melakukan pencarian menyeluruh selama dua hari terakhir bekerja sama dengan dinas pemadam kebakaran, Pasukan Bela Diri, dan unit kepolisian wilayah lainnya. Kami tidak menemukan orang yang hilang,” kata seorang pejabat kepolisian Kumamoto, Minggu (2/8/2026).
Juru bicara Aeon mengatakan tujuh orang yang tewas merupakan pegawai gerai yang menyewa tempat di bangunan mal itu. Sebelumnya, pada Jumat (31/7/2026), petugas juga menghentikan pencarian korban di pabrik kertas yang cerobong asapnya ambruk. Di lokasi itu, petugas menemukan sembilan jenazah dan dua orang yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Gempa juga memaksa lebih dari 9.000 warga, sebagian besar lansia, mengungsi di tempat penampungan, berdasarkan data hingga 1 Agustus. Kumamoto sendiri pernah dilanda dua gempa bumi dahsyat pada 2016, yang menewaskan 273 orang dan melukai lebih dari 2.800 lainnya.
Artikel Terkait
Jepang Kalahkan Tiongkok, Tantang AS di Semifinal VNL 2026
Semifinal VNL Putra 2026: Polandia Jumpa Slovenia, Jepang Hadapi AS
Jelang HUT RI ke-81, Mengenang Sejarah Pembentukan BPUPKI
Korban Tewas Gempa M 7,1 di Kumamoto Bertambah Jadi 28 Orang