Perseteruan antara Samira Farahnaz, yang dikenal sebagai Dokter Detektif (Doktif), dengan Richard Lee (DRL) dalam kasus dugaan pelanggaran hak konsumen dan Undang-Undang Kesehatan kian memanas. Doktif tidak hanya membawa perkara ke ranah hukum, tetapi juga mulai mengungkap masalah pribadi Richard di persidangan.
Dalam wawancara eksklusif melalui pesan singkat dengan iNews Media Group, Senin (10/8/2026), Doktif menjelaskan alasan di balik langkahnya menyerang sisi personal Richard di ruang sidang. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan agar publik mengetahui sosok asli DRL di balik layar.
Ia menilai Richard Lee sangat manipulatif dan jauh dari citra yang selama ini dibangun di media sosial.
"(Alasannya) Untuk menunjukkan betapa manipulatifnya seorang DRL selama ini. Dikenal sebagai penolong wanita dalam setiap podcast-nya, padahal berdasar kesaksian Afrizal (eks asisten DRL), banyak wanita yang sudah rusak karena dia," ujar Doktif dengan nada tegas.
Doktif juga melontarkan tuduhan serius terkait praktik bisnis Richard. Ia menyebut ada tindakan kriminal berupa manipulasi produk yang sengaja dilakukan untuk menjatuhkan pihak lain demi persaingan bisnis yang tidak sehat.
"Apalagi dengan tindakan DRL yang ngoplos produk body lotion yang aman, tetapi diumumkan berbahaya. Artinya jelas itu tindakan kriminal. Itu baru yang namanya persaingan bisnis yang kotor," lanjutnya.
Menanggapi tudingan bahwa dirinya kekurangan bukti, Doktif justru menyerang balik. Ia menilai ada upaya penggiringan opini yang dilakukan pihak lawan untuk mengalihkan isu utama, yakni kandungan produk yang tidak sesuai dengan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Nah itu juga penggiringan opini yang dilakukan oleh dia. Kenapa dialihkan ke pertanyaan pribadi dan persaingan bisnis? Jelas-jelas BPOM release WT (White Tomato) tidak pernah ada kandungannya," ungkap Doktif.
Menjelang persidangan berikutnya, Doktif mengaku telah menyiapkan kejutan besar. Ia berencana menunjukkan bukti-bukti baru di hadapan majelis hakim yang diklaim akan mengungkap ketidakadilan serta perilaku tidak etis dari pihak kuasa hukum DRL selama proses hukum berlangsung.
"Liatin aja, ada hal-hal baru yang mau saya tunjukkan ke majelis hakim sebelum sidang dimulai. Menunjukkan ketidakadilan di ruang sidang, merendahkan marwah persidangan, dan tidak adanya etika dari PH (Penasihat Hukum) Suneo," katanya.
Doktif juga menanggapi optimisme pihak DRL yang yakin akan bebas dari segala jeratan hukum. Ia meyakini fakta di lapangan tidak bisa dibohongi karena terdapat unsur penipuan yang nyata terhadap konsumen.
"Nggak adalah (peluang bebas), wong jelas-jelas nipu. Pertanyaan-pertanyaan PH dia itu jauh dari pokok perkara. Kenapa? Karena sudah tahu memang kliennya nipu, kok. Mana berani ke pertanyaan soal produknya," pungkas Doktif.
Artikel Terkait
Proses Hukum Richard Lee Terus Bergulir, Doktif Siap Hadapi 95 Pertanyaan
Doktif Tak Gentar Dicecar Pihak Richard Lee di Persidangan: Pertanyaan Tak Berkaitan
Doktif Mengaku Berjualan di Ruang Sidang Sebelum Persidangan Richard Lee Dimulai
Richard Lee Pertanyakan Keanehan Saksi yang Komplain ke Doktif