Polemik nafkah pasca-perceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah kian memanas. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, secara mengejutkan menyebut bahwa angka Rp75 juta per bulan yang selama ini beredar bukanlah ketetapan hukum, melainkan angka yang ditentukan sepihak oleh Sarwendah. Minola menegaskan bahwa nominal tersebut tidak tercantum dalam putusan pengadilan maupun kesepakatan tertulis dalam Akta 39 yang dibuat kedua belah pihak.
Minola meluruskan persepsi publik yang menganggap Ruben wajib membayar Rp75 juta berdasarkan perintah hakim. Menurutnya, putusan perceraian hanya mengatur status perkawinan, bukan rincian biaya hidup anak secara spesifik. "Putusan perceraian itu tidak mengatur hal-hal lain kecuali perceraian. Tidak ada pengadilan memutuskan angka pasti per bulan untuk anak-anak itu berapa. Di Akta 39 pun tidak diatur jumlahnya, hanya disebutkan bahwa biaya akan disampaikan dan didiskusikan," ujar Minola di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).
Minola kemudian membongkar asal-usul angka Rp75 juta tersebut. "Biaya pokok anak Rp75 juta itu buatan S (Sarwendah) sendiri. Tidak ada di putusan pengadilan, tidak ada di Akta 39," tegasnya.
Pihak Ruben Onsu menyatakan bukan keberatan untuk membayar, namun mereka mempertanyakan untuk apa saja uang tersebut digunakan. Ruben disebut sering meminta rincian pengeluaran, termasuk tagihan kartu kredit yang mencapai ratusan juta rupiah, namun tidak pernah mendapatkan jawaban memuaskan. "Ruben bertanya, 'Ini Rp75 juta untuk apa saja? Apakah ini berlebih?' Tapi tidak pernah ditanggapi. Setiap kali diminta diskusi, yang ada malah marah," ungkap Minola.
Ia mencontohkan kejadian pada Desember 2025, saat Ruben mencoba mengikuti keinginan Sarwendah dengan mentransfer uang pokok Rp75 juta. Namun, hal itu justru memicu keributan. "S bilang, 'Mana ada kamu bayar? Kamu cuma transfer Rp75 juta bulan ini'. Padahal biaya pokok itu dia yang bikin sendiri. Akhirnya Ruben transfer lagi Rp45 juta karena tidak mau ribut. Tapi Ruben tetap minta, ayo diskusi rinciannya agar semuanya jelas," lanjutnya.
Mengenai tudingan bahwa Ruben sudah tidak lagi memberikan nafkah, Minola memberikan penjelasan menohok. Ia menyebut kliennya berhenti mentransfer sejak Januari 2026 karena pihak Sarwendah tidak lagi mengirimkan tagihan atau bersedia mendiskusikan rincian biaya. "Karena selalu ditagih rincian pengeluaran dan kartu kredit, sejak Januari 2026 dia (Sarwendah) tidak pernah lagi menagih atau menyampaikan perincian biaya anak-anak. Kalau tidak ada tagihan dan tidak ada diskusi, klien kami wajar tidak transfer karena tidak tahu harus bayar berapa," jelas Minola.
Minola menutup dengan pernyataan bahwa Ruben selama ini selalu bertanggung jawab, terbukti dengan pengeluaran rutin di atas Rp200 juta per bulan sebelum konflik ini meruncing. Pihaknya kini menuntut kepatuhan terhadap Akta 39 Pasal 1 ayat 4, di mana segala biaya harus disampaikan dan didiskusikan terlebih dahulu, bukan sekadar memberikan tagihan buta.
Menanggapi polemik tersebut, Sarwendah menunjukkan ketegarannya. Saat menghadiri sidang mediasi di PN Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026), mantan personel Cherrybelle ini mengeklaim telah membiayai kebutuhan ketiga anaknya sendirian selama setengah tahun terakhir. Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan kliennya tidak ingin lagi bergantung pada finansial mantan suami demi menghindari narasi negatif. "Klien kami sudah clear, dari awal Januari sampai sekarang biaya nafkah untuk anak semua sudah ditanggung oleh klien kami sendiri. Jadi, saat pihak sana menyampaikan masih menunggu proses, klien kami tetap menafkahi anak-anaknya sendiri," kata Chris Sam Siwu.
Sambil menahan haru, Sarwendah mengungkapkan bahwa keputusannya bekerja keras secara mandiri adalah demi memberikan contoh nyata bagi anak-anaknya, terutama anak perempuan mereka. "Sebagai seorang ibu yang punya anak, apalagi anak perempuan, pastinya maunya yang terbaik. Saya berusaha untuk menafkahi mandiri anak-anak saya. Aku nggak mau nanti pas mereka besar, mereka melihat hal-hal negatif seperti ini," ujar Sarwendah dengan suara bergetar.
Chris Sam Siwu menambahkan bahwa kliennya tidak ingin lagi dipusingkan dengan urusan menuntut nafkah. Ia menyarankan agar Ruben menunjukkan kesadaran pribadinya sebagai ayah tanpa harus diminta. "Klien kami tidak mau lagi disangkutpautkan dengan narasi mengejar-ngejar nafkah. Silakan buatkan rekening langsung untuk anak-anak, jadi tidak ada lagi framing yang menyebut klien kami mengejar nafkah untuk kepentingan pribadi," tambah Chris.
Artikel Terkait
Mediasi Sarwendah dan Ruben Onsu Buntu, Sarwendah Menangis Soal Nafkah Anak
Sarwendah Angkat Kaki dari Rumah Ruben Onsu, Kuasa Hukum Ungkap Teror dan Ancaman Lelang
Mediasi Hak Asuh Anak Ruben Onsu dan Sarwendah Buntu, Opsi di Luar Pengadilan Dibuka
Mediasi Hak Asuh Anak, Ruben Onsu dan Sarwendah Bertatap Muka