Kuasa Hukum Ruben Onsu Sebut Sarwendah Tak Amanah dalam Hak Asuh Anak

- Selasa, 21 Juli 2026 | 13:30 WIB
Kuasa Hukum Ruben Onsu Sebut Sarwendah Tak Amanah dalam Hak Asuh Anak

Konflik rumah tangga Ruben Onsu dan Sarwendah belum juga mereda. Kini, perseteruan keduanya memasuki babak baru setelah kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, membongkar tabiat sang mantan istri. Sarwendah dinilai tidak amanah menjalankan perannya sebagai ibu yang mendapatkan hak asuh anak.

Dalam sidang perdana gugatan hak asuh yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (15/7/2026), Ruben Onsu justru absen. Ia memberikan mandat penuh kepada tim kuasa hukumnya. Sementara itu, Sarwendah hadir bersama pengacaranya, menunjukkan komitmen untuk mempertahankan hak asuh kedua anak mereka.

“Saya hari ini datang memenuhi panggilan pertama sidang saya. Sebagai warga negara yang baik saya datang ke sini di PN Jakarta Selatan,” ujar Sarwendah.

Tak Penuhi Kesepakatan Bertemu Anak

Minola Sebayang mengungkapkan bahwa Sarwendah tidak menjalankan perjanjian pasca-cerai yang telah disepakati bersama. Salah satu poin penting adalah kesempatan Ruben untuk bertemu anak-anaknya dua hingga tiga kali dalam seminggu. Namun, hal itu tidak pernah direalisasikan.

“Dia tidak amanah untuk menjalankan fungsi sebagai ibu yang mendapatkan hak asuh anak. Satu, tidak merealisasikan apa yang sudah disepakati bersama. Dua sampai tiga hari dalam seminggu bahwa anak-anak ini akan berkumpul dengan anaknya. Ini tidak dipenuhi,” papar Minola.

Padahal, menurut Minola, Ruben telah menjalankan kewajibannya membayar nafkah bulanan yang nilainya mencapai Rp200 juta. Namun, Ruben justru merasa kesulitan untuk bertemu dengan anak-anaknya.

Nafkah Fantastis Tanpa Rincian

Selain soal hak asuh, pihak Ruben juga mempersoalkan ketidakjelasan rincian biaya bulanan yang diminta Sarwendah. Minola menyebut bahwa invoice yang dikirim Sarwendah setiap bulan jumlahnya selalu berubah tanpa pernah didiskusikan terlebih dahulu.

“Ruben selama bertahun-tahun memenuhi invoice atau tagihan dari Sarwendah yang nilainya berubah-ubah tiap bulan, di luar masih ada biaya kartu kredit lagi,” kata Minola.

Ia menambahkan, Ruben tidak pernah mengetahui ke mana uang sebesar itu digunakan. Karena itu, pihaknya ingin mengembalikan pola pembayaran sesuai kesepakatan awal, yaitu dengan diskusi terlebih dahulu sebelum menentukan nominal per bulan.

“Ini keterusan polanya tidak seperti itu. Maka kita ingin polanya kembali kepada apa yang sudah disepakati. Disampaikan dulu, didiskusikan dulu, baru disepakati, berapa perbulannya?” jelas dia.

Minola membantah bahwa Ruben enggan membayar nafkah anak. Penghentian pembayaran yang dilakukan Ruben, menurutnya, adalah bentuk protes karena tidak ada transparansi dari Sarwendah.

“Tapi kan tidak mau, rinciannya ditanya juga tidak mau (diberi). Sehingga pas kita tidak lakukan itu dianggap sebagai suatu penghentian. Padahal tidak, kita menunggu 'berapa fix biaya pendidikannya dan kebutuhan anak-anak ini yang rutin setiap bulan',” sambungnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags