Dia lahir di Wallsend, Inggris, pada 28 Juli 1981. Karir profesionalnya dimulai di West Ham United, lalu berlanjut ke Tottenham Hotspur. Tapi, puncak segalanya adalah saat dia pindah ke Manchester United tahun 2006.
Sebagai gelandang bertahan, Carrick punya gaya bermain yang tenang dan cerdas. Postur tubuhnya yang 189 cm membantunya menguasai permainan. Dia bukan tipe pemain yang suka terlihat mencolok, tapi perannya di lini tengah vital sekali. Bola-bola pendistribusiannya akurat, dan dia piawai membaca alur pertandingan.
Masa keemasannya bersama United menghasilkan segudang gelar. Lima gelar Premier League, satu Liga Champions, satu Piala FA, dan beberapa trofi lainnya. Dia pensiun pada 2018 dengan warisan yang tak ternilai bagi klub.
Di tingkat internasional, Carrick membela Timnas Inggris sebanyak 34 kali. Sayangnya, persaingan ketat di lini tengah Inggris saat itu membuatnya tak selalu jadi pilihan utama.
Setelah pensiun, transisinya ke dunia kepelatihan berjalan mulus. Dia langsung bergabung sebagai asisten pelatih di United. Pengalaman itulah yang menjadi bekal berharganya, termasuk ketika dia ditunjuk sebagai caretaker dulu.
Kini, dia kembali. Dengan segudang pengalaman sebagai pemain juara dan pemahaman mendalam tentang DNA klub, harapan besar tertumpu padanya. Tugasnya jelas: membawa stabilitas dan mengembalikan kepercayaan diri skuad di sisa musim yang berliku ini.
Bagaimana hasilnya? Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
BELIFT LAB Tegaskan Heeseung Tak Kembali ke ENHYPEN, Fokus Karier Solo
Pejabat USDA Saksikan Finalis MasterChef Olah Salmon Alaska
Juicy Luicy Manggung Dadakan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
CALMA Rilis Single Spesial Happy Birthday untuk Rayakan Ulang Tahun ke-6 BIG Records Asia