"Persiapan fisik nomor satu itu medical check-up. Karena memang harus hati-hati melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Kami maunya bikin karya yang baik, jangan sampai mengorbankan kesehatan," jelas Fedi.
Inti cerita film ini sebenarnya terletak pada relasi ayah dan anak yang penuh duri. Dino menyimpan sakit hati mendalam pada Warto. Selain karena sang ayah terjerat judi bola, Dino juga yakin kesalahan Warto-lah yang menyebabkan kematian ibunya. Jarak di antara mereka terasa begitu luas dan dingin.
Lalu, muncul secercah harapan dari turnamen Tarkam Super Cup. Bagi Dino, ini adalah kesempatan terakhir jalan satu-satunya untuk membuktikan bakatnya, direkrut klub profesional, dan keluar dari kehidupan kampung yang ia rasa membelenggu.
Selain drama keluarga yang kuat, film ini akan menyoroti dinamika dunia tarkam sebagai wadah bertumbuhnya bakat-bakat muda. Syutingnya sendiri rencananya dimulai hari ini, 18 Desember 2025.
Pemerannya pun tak cuma Fedi Nuril. Ada Ali Fikry, lalu Tanta Ginting sebagai Ngatiman, Augie Fantinus yang jadi Hendra, dan Nesya Chandria sebagai Kristin. Masih ada beberapa nama lain yang ikut memeriahkan.
Artikel Terkait
BELIFT LAB Tegaskan Heeseung Tak Kembali ke ENHYPEN, Fokus Karier Solo
Pejabat USDA Saksikan Finalis MasterChef Olah Salmon Alaska
Juicy Luicy Manggung Dadakan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
CALMA Rilis Single Spesial Happy Birthday untuk Rayakan Ulang Tahun ke-6 BIG Records Asia