Dampaknya? Luar biasa besar. Di balik imej seksi yang melekat, Sarah mengaku mengalami gangguan stres pascatrauma. “Kena PTSD jadinya,” akunya. Ia mungkin terlihat kuat, tapi di depan orang banyak, keraguan selalu muncul. Pikiran seperti, “ini orang nanti mikirnya gimana udah lihat aku kayak gitu,” terus menghantui.
Tragisnya, efeknya merembet ke keluarga. Adik laki-lakinya ikut menjadi korban. Saat kejadian, adiknya masih duduk di bangku sekolah.
Rasa malu dan tekanan sosial memaksa sang adik hidup dengan rahasia besar. Selama SMA, ia memilih untuk menyembunyikan identitasnya sebagai adik Sarah Azhari. Ibunya pernah bercerita, sang adik malu karena teman-teman cowoknya ternyata memiliki VCD itu.
Hidup tanpa identitas itu adalah pilihan sulit, sebuah tameng dari potensi perundungan dan cibiran. Trauma itu, kata Sarah, bukan miliknya sendiri.
Artikel Terkait
BELIFT LAB Tegaskan Heeseung Tak Kembali ke ENHYPEN, Fokus Karier Solo
Pejabat USDA Saksikan Finalis MasterChef Olah Salmon Alaska
Juicy Luicy Manggung Dadakan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
CALMA Rilis Single Spesial Happy Birthday untuk Rayakan Ulang Tahun ke-6 BIG Records Asia