Dampaknya? Luar biasa besar. Di balik imej seksi yang melekat, Sarah mengaku mengalami gangguan stres pascatrauma. “Kena PTSD jadinya,” akunya. Ia mungkin terlihat kuat, tapi di depan orang banyak, keraguan selalu muncul. Pikiran seperti, “ini orang nanti mikirnya gimana udah lihat aku kayak gitu,” terus menghantui.
Tragisnya, efeknya merembet ke keluarga. Adik laki-lakinya ikut menjadi korban. Saat kejadian, adiknya masih duduk di bangku sekolah.
Rasa malu dan tekanan sosial memaksa sang adik hidup dengan rahasia besar. Selama SMA, ia memilih untuk menyembunyikan identitasnya sebagai adik Sarah Azhari. Ibunya pernah bercerita, sang adik malu karena teman-teman cowoknya ternyata memiliki VCD itu.
Hidup tanpa identitas itu adalah pilihan sulit, sebuah tameng dari potensi perundungan dan cibiran. Trauma itu, kata Sarah, bukan miliknya sendiri.
Artikel Terkait
Denada Digugat Rp7 Miliar, Pemuda 24 Tahun Klaim Anak Kandung yang Dituntut Pengakuan
Tessa Mariska Bocorkan Ciri-ciri Ayah Biologis Ressa, Anak Denada
Misi Penyelamatan Meisya di Mansion Suryono Berujung Kepungan
Inara Rusli Datang Diam-diam ke Komnas Anak, Apa yang Dibahas?