Penurunan gairah seksual merupakan hal yang wajar dialami siapa saja dan tidak selalu menandakan adanya gangguan seksual. Hasrat untuk berhubungan intim bisa berubah seiring kondisi fisik, kesehatan mental, usia, hubungan dengan pasangan, hingga gaya hidup.
Pada pria, libido sering disalahartikan sebagai kemampuan ereksi. Padahal, keduanya adalah hal yang berbeda. Libido berkaitan dengan keinginan atau dorongan untuk melakukan aktivitas seksual, sedangkan disfungsi ereksi berkaitan dengan kemampuan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi.
Para ahli menilai perubahan libido merupakan bagian dari dinamika kehidupan seksual. Namun, jika penurunan gairah berlangsung lama atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari dan hubungan dengan pasangan, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan.
Langkah Meningkatkan Libido
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memeriksakan kondisi kesehatan. Jika gairah seksual menurun secara tiba-tiba atau berkepanjangan, berkonsultasilah dengan dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk mencari kemungkinan penyebab medis, seperti gangguan hormon, diabetes, masalah pembuluh darah, efek samping obat, atau kondisi kesehatan lainnya. Dokter dapat menentukan apakah diperlukan pemeriksaan darah atau rujukan ke dokter spesialis.
Kedua, bangun komunikasi dengan pasangan. Jangan memendam masalah seksual sendirian. Membicarakan perubahan gairah kepada pasangan dapat membantu mengurangi rasa canggung sekaligus mencegah kesalahpahaman. Pembicaraan tentang seks tidak harus selalu berfokus pada performa. Pasangan dapat membangun kembali kedekatan melalui komunikasi, sentuhan, waktu berkualitas, dan aktivitas yang membuat keduanya nyaman. Jika masalah sulit diselesaikan sendiri, konseling pasangan atau terapi seks bisa menjadi pilihan.
Ketiga, perbaiki pola hidup. Kebiasaan sehari-hari turut berperan dalam kesehatan seksual. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, tidur cukup, serta mengelola stres dapat membantu menjaga kondisi fisik dan mental. Pola makan yang kaya sayuran, buah, biji-bijian utuh, protein sehat, dan lemak sehat juga baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah yang berkaitan dengan fungsi seksual. Aktivitas fisik secara rutin dapat menjaga kebugaran dan mengurangi stres. Sementara itu, menyediakan waktu untuk beristirahat dan membangun kedekatan dengan pasangan dapat menciptakan kondisi yang mendukung munculnya gairah.
Hindari Tekanan soal Libido
Masalah libido sering kali diperburuk oleh anggapan bahwa seseorang harus selalu memiliki gairah seksual yang tinggi. Tekanan ini dapat menimbulkan rasa malu, tidak percaya diri, atau merasa tidak cukup baik di hadapan pasangan. Padahal, seks tidak semata-mata tentang performa. Hubungan intim juga mencakup rasa nyaman, komunikasi, kedekatan emosional, dan pengalaman menyenangkan yang dibangun bersama.
Jika gairah seksual berubah, hal tersebut tidak selalu menjadi tanda adanya masalah serius. Namun, perubahan yang menetap, mengganggu hubungan, atau disertai gejala lain sebaiknya diperiksakan. Konsultasi dengan dokter dapat membantu mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai, termasuk bila penurunan libido berkaitan dengan penyakit tertentu atau disfungsi ereksi.
Artikel Terkait
5 Kebiasaan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Berhubungan Seks
Lima Tanda Disfungsi Ereksi yang Sering Diabaikan Pria
Bukan Hanya Usia, Ini 10 Penyebab Pria Sulit Ereksi