Kebiasaan menggenggam smartphone dalam waktu lama ternyata bisa memicu keluhan pada tangan, mulai dari jari kelingking yang berubah bentuk hingga tangan yang sering kesemutan. Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, membagikan pengalaman pribadinya di media sosial yang menarik perhatian banyak orang.
Dalam unggahannya, dr. Tirta mengaku jari kelingkingnya menjadi bengkok akibat kebiasaan menggunakan jari tersebut sebagai penyangga HP saat bermain atau scrolling dalam waktu lama. "Aku tuh yang masalah kelingking. Kalau aku main HP, itu pasti pakai kelingking kayak gini (kelingking menopang ponsel). Jadinya kelingkingku bengkok," ujarnya dalam video yang dikutip pada Minggu (9/8/2026).
Posisi kelingking sebagai penyangga smartphone memang sangat umum dilakukan, sering kali tanpa disadari. Ketika menggenggam perangkat, banyak orang menempatkan jari kelingking di bagian bawah HP untuk menahan beban, dan posisi ini bisa bertahan selama berjam-jam saat scrolling media sosial, menonton video, atau bermain game.
Menurut dr. Tirta, kebiasaan ini juga berkaitan dengan munculnya Carpal Tunnel Syndrome (CTS), yaitu kondisi yang menyebabkan kesemutan dan nyeri pada tangan. "Orang yang sering main HP biasanya sininya akan mengalami CTS atau Carpal Tunnel Syndrome, di sininya remuk. Nah, itu contoh. Jadi sering, aku tuh sering kesemutan di sininya," katanya.
Namun, tidak semua orang yang sering menggunakan HP pasti mengalami CTS. Keluhan seperti kesemutan atau nyeri bisa memiliki berbagai penyebab, sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut jika gejala terus berulang.
Risiko dari Gerakan Berulang
Risiko semakin terasa ketika HP digunakan untuk aktivitas dengan gerakan tangan berulang, seperti bermain game online. Gerakan jari yang terus-menerus menekan layar dalam waktu lama membuat tangan dan jari bekerja tanpa banyak jeda. Dokter Tirta menggambarkan keluhan yang bisa muncul, "Sama kayak orang kalau main Mobile Legends, kayak gini tremor," ujarnya.
Karena itu, tangan yang mulai kesemutan, pegal, atau terasa tidak nyaman setelah menggunakan HP sebaiknya tidak diabaikan.
Leher Juga Terdampak
Selain tangan, kebiasaan memainkan HP juga berdampak pada leher. Banyak orang menggunakan HP dengan posisi kepala menunduk dan tubuh condong ke depan, yang membuat otot leher tegang. "Orang kalau main HP tuh pasti tak berusaha kayak gini (postur punggung dan kepala tegak tidak terlalu menunduk). Karena biar postur spine-nya netral, tapi kalau orang biasa, gini kan? (Badan condong ke depan dan kepala atau leher terlalu menunduk). Sret, terus dia ngeluh, 'Kok aku migren ya?' lah orang kamu main HP kayak gini, tension-lah! Sternocleidomastoid, SCM-nya nih, otot gede di sini, tension-lah," tuturnya.
Otot sternokleidomastoid (SCM) berada di bagian depan dan samping leher. Ketika kepala terus menunduk, area leher mengalami ketegangan yang membuat tubuh tidak nyaman.
Kebiasaan yang Perlu Diubah
Jika hampir setiap hari menggunakan HP dalam waktu lama, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diperhatikan. Pertama, jangan terus-menerus menopang HP dengan satu jari, terutama kelingking. Kedua, usahakan posisi layar sejajar dengan pandangan agar kepala tidak terlalu menunduk.
Ketiga, berikan jeda saat menggunakan HP dalam durasi panjang. Sesekali lepaskan genggaman, ubah posisi tangan, dan lakukan peregangan ringan. Yang tak kalah penting, jangan menganggap kesemutan, nyeri, atau perubahan pada jari sebagai hal yang pasti disebabkan oleh HP. Jika keluhan menetap atau semakin mengganggu, sebaiknya periksakan ke tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya.
Jadi, coba cek lagi cara Anda memegang HP hari ini. Jangan sampai kebiasaan yang terlihat sepele justru membuat jari, tangan, hingga leher terus-menerus bekerja dalam posisi yang tidak ideal.
Artikel Terkait
Tidur Tanpa Bantal Tak Selalu Tepat, Dokter Ingatkan Posisi Tidur Sesuai Keluhan
Dokter Ingatkan Bahaya Mengkretek Sendi Terlalu Sering