Istilah HIV non-reaktif mendadak ramai diperbincangkan setelah kuasa hukum Ruben Onsu mengungkap hasil pemeriksaan laboratorium kliennya. Pemeriksaan itu dilakukan untuk membantah isu yang beredar di media sosial yang menyebut presenter tersebut mengidap HIV.
Dalam keterangannya, kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyatakan hasil pemeriksaan HIV yang dijalani Ruben Onsu menunjukkan status non-reaktif.
"Hasil daripada pemeriksaan itu, ini HIV, ya. Tiga huruf itu, NON-REAKTIF. Jadi artinya tidak ada seperti apa yang disampaikan dan dipertanyakan oleh banyak orang pada hari ini," ujar Minola, belum lama ini.
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Sebenarnya, apa arti hasil non-reaktif pada pemeriksaan HIV? Simak pembahasan selengkapnya di artikel ini.
Apa Itu Hasil HIV Non-Reaktif?
Menurut informasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hasil non-reaktif pada pemeriksaan HIV umumnya berarti tidak ditemukan antibodi maupun antigen HIV yang terdeteksi oleh alat pemeriksaan pada saat tes dilakukan.
Dengan kata lain, hasil tersebut menunjukkan tidak ada bukti infeksi HIV berdasarkan sampel darah yang diperiksa saat itu. Karena itu, istilah non-reaktif sering disamakan dengan hasil negatif pada pemeriksaan HIV.
Apakah Non-Reaktif Berarti Pasti Bebas HIV?
Meski hasil non-reaktif umumnya menunjukkan seseorang tidak terinfeksi HIV, hasil tersebut tetap perlu dipahami sesuai konteks pemeriksaannya.
Salah satu hal penting yang dikenal dalam pemeriksaan HIV adalah masa jendela (window period), yaitu periode setelah seseorang terpapar HIV ketika virus, antigen, atau antibodi belum cukup banyak untuk terdeteksi oleh alat pemeriksaan.
Apabila tes dilakukan terlalu cepat setelah paparan yang berisiko, hasilnya masih dapat menunjukkan non-reaktif meskipun infeksi baru saja terjadi. Oleh karena itu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan ulang sesuai jenis tes yang digunakan dan waktu sejak paparan.
Kapan Tes HIV Perlu Diulang?
Pemeriksaan HIV ulang biasanya dianjurkan apabila seseorang:
Baru mengalami hubungan seksual berisiko tanpa menggunakan kondom. Menggunakan jarum suntik secara bergantian. Mengalami paparan darah yang berpotensi menularkan HIV. Mendapatkan anjuran dokter karena masih berada dalam masa jendela pemeriksaan.
Apabila seseorang tidak memiliki paparan baru dan pemeriksaan dilakukan setelah melewati masa jendela sesuai rekomendasi tenaga kesehatan, hasil non-reaktif umumnya dapat menjadi dasar bahwa orang tersebut tidak terinfeksi HIV.
Jangan Menafsirkan Hasil Tes Sendiri
Hasil pemeriksaan laboratorium sebaiknya selalu dikonsultasikan kepada dokter atau tenaga kesehatan. Sebab, interpretasi hasil tidak hanya bergantung pada tulisan 'reaktif' atau 'non-reaktif', tetapi juga mempertimbangkan riwayat paparan, jenis pemeriksaan yang digunakan, hingga waktu pelaksanaan tes.
Karena itu, masyarakat tidak dianjurkan menyimpulkan sendiri kondisi kesehatannya hanya berdasarkan hasil laboratorium tanpa penjelasan tenaga medis.
Menjadi catatan bahwa kasus yang menimpa Ruben Onsu juga menjadi pengingat agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi mengenai kondisi kesehatan seseorang yang beredar tanpa bukti medis.
Status HIV seseorang hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan yang tepat dan interpretasi oleh tenaga kesehatan. Menyebarkan dugaan atau informasi yang belum terbukti tidak hanya berpotensi menyesatkan, tetapi juga dapat menimbulkan stigma terhadap orang dengan HIV.
Saat ini, HIV merupakan penyakit yang dapat dikendalikan dengan terapi antiretroviral (ARV). Dengan pengobatan yang rutin, orang dengan HIV dapat hidup sehat, produktif, dan memiliki harapan hidup yang panjang.
Bahkan, ketika jumlah virus berhasil ditekan hingga tidak terdeteksi (undetectable), risiko penularan melalui hubungan seksual dapat dicegah sesuai bukti ilmiah yang dikenal dengan prinsip U=U (Undetectable = Untransmittable).
Oleh karena itu, apabila memiliki kekhawatiran pernah terpapar HIV, masyarakat disarankan melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan dan tidak mengandalkan informasi yang beredar di media sosial atau rumor yang belum terbukti.
Artikel Terkait
Sarwendah Titip Pesan untuk Anak-anak di Tengah Isu Perselingkuhan Ruben Onsu
Klarifikasi Ruben Onsu: Hasil Tes HIV Non-Reaktif, Tuduhan Tak Berdasar
Sarwendah Buka Suara: 5 Fakta di Balik Tuduhan Perselingkuhan Ruben Onsu
Sarwendah Buka Suara soal Video Kemarahannya pada Ruben Onsu, Singgung Pengkhianatan dan Luka 11 Tahun