Pekerja Migran di Taiwan Sulap Rindu Jadi Konten Komedi, Viral di Medsos

- Kamis, 23 Juli 2026 | 18:00 WIB
Pekerja Migran di Taiwan Sulap Rindu Jadi Konten Komedi, Viral di Medsos

Kehidupan pekerja migran Indonesia di luar negeri tak selalu manis. Di balik penghasilan lebih besar, ada tekanan kerja, lelah, dan kerinduan mendalam pada keluarga di Tanah Air. Namun, kondisi itu justru menginspirasi Deni Setiawan, pekerja migran Indonesia di Taiwan, untuk menciptakan konten komedi yang kini digemari sesama WNI di Negeri Formosa.

Alih-alih mengikuti tren joget di media sosial, Deni memilih membuat video komedi situasional yang mengangkat keseharian pekerja migran. Ceritanya dekat dengan kehidupan para perantau: perjuangan bekerja, kebiasaan sehari-hari, hingga momen saat rasa rindu kampung halaman datang.

Menurut Deni, malam hari menjadi waktu ketika banyak pekerja migran mencari hiburan melalui ponsel setelah aktivitas kerja yang padat. Hal itu mendorongnya menghadirkan tontonan yang menghibur sekaligus relevan.

"Kalau malam setelah pekerjaan selesai, teman-teman mencari hiburan melalui HP. Saya memilih komedi situasional karena kemampuan saya di situ, di mana sukanya kami bisa membeli barang yang dulu di Indonesia tidak terbeli, sementara dukanya adalah jauh dari keluarga," ujar Deni dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

Konten yang dibuat Deni tidak mengandalkan drama berlebihan. Sebaliknya, ia menampilkan pengalaman nyata yang sering dialami pekerja migran Indonesia di Taiwan. Pendekatan sederhana itu justru membuat video-videonya mudah diterima. Banyak WNI di Taiwan mengaku merasa terwakili karena kisah yang diangkat sangat mirip dengan kehidupan sehari-hari.

Tak hanya menjadi hiburan, video Deni juga menjadi ruang bagi sesama pekerja migran untuk saling berbagi cerita. Hal itu terlihat dari banyaknya interaksi di kolom komentar yang dipenuhi pengalaman serupa dan dukungan antarsesama perantau.

Meski begitu, Deni mengaku tetap menerima kritik dari sebagian penonton. Baginya, hal tersebut wajar sebagai kreator konten.

"Namanya juga orang pasti ada yang tidak suka dan ada yang suka, tetapi kebanyakan dari mereka merasa terhibur dengan konten yang saya buat. Untuk saat ini, dukungan moral terbesar paling banyak datang dari teman dan pasangan," tuturnya.

Fenomena ini juga menggambarkan perubahan cara pekerja migran mengatasi tekanan psikologis. Jika dulu berkumpul bersama komunitas hanya bisa dilakukan saat hari libur di ruang publik seperti kawasan Stasiun Taichung, kini pada hari kerja hiburan lebih banyak diperoleh melalui media sosial.

Lewat konten komedi sederhana yang dekat dengan realitas, Deni berhasil menghadirkan tawa sekaligus mengobati rasa rindu kampung halaman bagi ribuan pekerja migran Indonesia di Taiwan. Kisahnya menjadi bukti bahwa media sosial tak hanya tempat mencari hiburan, tetapi juga ruang untuk saling menguatkan di tengah perjuangan hidup di negeri orang.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags