Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, meresmikan pabrik kelapa sawit (CPO) berbasis koperasi di Sumatera Selatan. Pabrik tersebut berada di bawah naungan KUD Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin. Kehadiran pabrik ini diharapkan memperkuat posisi tawar pekebun rakyat dalam rantai industri sawit nasional.
“Alhamdulillah hari ini bisa hadir melihat langsung pabrik kelapa sawit atau CPO yang dimiliki oleh KUD Sejahtera. Pabrik kelapa sawit ini akan menjadi contoh yang nanti akan kita replikasi di daerah lain,” kata Ferry dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8).
Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 45 ton per jam, meningkat dari sebelumnya 30 ton. Pasokan tandan buah segar (TBS) berasal dari petani sawit dan anggota koperasi. Harga TBS yang diterima petani telah ditetapkan di awal, sehingga memberikan kepastian harga jual.
Ferry mendorong koperasi lain mengikuti jejak KUD Sejahtera untuk meningkatkan nilai tambah kelapa sawit. Ia yakin keberadaan pabrik akan meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi, termasuk petani sawit. Selama ini, petani sawit dan anggota koperasi hanya menjadi pemasok TBS bagi perusahaan besar tanpa terlibat dalam hilirisasi karena belum memiliki pabrik pengolahan.
“Kalau semakin banyak koperasi yang punya pabrik, maka tidak menutup kemungkinan kita bisa bangun refinery, sehingga bisa memproduksi minyak goreng sendiri yang nantinya bisa dijual ke KDKMP,” ujarnya.
Rencana Pengembangan
Ferry menyebut tak hanya KUD Sejahtera yang memiliki pabrik. Ke depan, puluhan koperasi akan mendirikan pabrik serupa. “Ada 20-40 koperasi yang akan mendirikan pabrik pengolahan kelapa sawit,” kata Ferry.
Di samping itu, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) yang mendapat titipan lahan sawit hasil sitaan dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) juga akan menggandeng koperasi dalam pengelolaannya.
Sebelumnya, pada perayaan Hari Koperasi Nasional (12/7), Ferry menyebut koperasi tak hanya akan menjual produk. Ada beberapa lini bisnis seperti pengelolaan sumur minyak rakyat, tambang, sampai pabrik kelapa sawit. Selain itu, Ferry juga akan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis koperasi di Kepulauan Riau.
Artikel Terkait
Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih Ditanggung APBN Dua Tahun
Gaji Manajer Kopdes Ditanggung APBN Selama Dua Tahun, Selanjutnya Mandiri
Wangsit dan Kebijakan Publik: Saat Inspirasi Personal Jadi Program Nasional
Menkop dan Gubernur DKI Lepas Ribuan Peserta GenCoopRun 2026 di CFD Rasuna Said