Koperasi kembali menjadi sorotan sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat koperasi melalui berbagai program, seiring dengan keyakinan bahwa koperasi mampu mengangkat masyarakat dari kemiskinan dan ketidakberdayaan.
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya koperasi dalam pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, koperasi adalah alat yang efektif untuk mewujudkan perekonomian yang berkeadilan sesuai amanat Pancasila. "Sangat jelas diamanatkan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Karena itu, koperasi harus diperkuat, koperasi harus bangkit! Koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan," tegasnya beberapa waktu lalu.
Sejalan dengan itu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) telah mencatat sejumlah capaian strategis sepanjang 2025. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyampaikan hal tersebut dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (15/7). "Sepanjang tahun 2025 Kemenkop mencatat sejumlah capaian strategis sebagai fondasi penguatan ekosistem koperasi nasional," ujarnya.
Fokus utama penguatan koperasi adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Lebih dari 15 ribu pendamping Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), 143 ribu pengurus KDKMP, serta 206 ribu SDM koperasi telah mengikuti berbagai program pelatihan untuk meningkatkan profesionalisme dan tata kelola koperasi.
Koperasi juga mulai dilibatkan dalam program prioritas pemerintah. Tercatat 69 koperasi telah masuk dalam ekosistem Makan Bergizi Gratis (MBG), baik sebagai pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun pemasok bahan baku pokok.
Peran koperasi yang semakin luas tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, pengurus serta pendamping koperasi, hingga tokoh masyarakat. Untuk mengapresiasi dedikasi mereka, Kemenkop akan menggelar Koperasi Awards 2026.
Ajang ini memberikan penghargaan kepada pejabat negara, pejabat pemerintah pusat dan daerah, tokoh gerakan koperasi, serta tokoh masyarakat yang berperan dalam pembinaan, pengembangan, dan penguatan koperasi. Terdapat lima kategori penghargaan yang akan diberikan, yaitu Bakti Koperasi Makarti Guna Swasembada, Bakti Koperasi Satya Bhakti Pamong Artha, Bakti Koperasi Sri Radhana Swasembada, Bakti Koperasi Nayaka Mahambara, dan Bakti Koperasi Pradana Nayaka.
Koperasi Awards 2026 akan diselenggarakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, mulai pukul 19.00 WIB. Acara ini dapat disaksikan melalui siaran langsung di detikcom. Momen ini menjadi ajang untuk mengenal lebih dekat sosok-sosok yang telah berjasa dalam memperkuat koperasi dan ekonomi kerakyatan di Indonesia.
Artikel Terkait
Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ribuan Tamu Mulai Berdatangan
Gempa NTT Tewaskan 53 Orang, Ribuan Warga Mengungsi
BNPB Salurkan 50 Ribu Paket Sembako Bantuan Presiden untuk Korban Gempa NTT
Gempa NTT: 53 Tewas, Pemerintah Kerahkan Bantuan dan Personel