Harga emas dunia menguat pada Kamis (6/8) didorong harapan akan kemajuan pembahasan pembukaan kembali Selat Hormuz. Pembukaan jalur pelayaran strategis itu dinilai dapat meredakan tekanan inflasi dan mengurangi peluang bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), untuk kembali menaikkan suku bunga.
Mengutip Bloomberg, harga emas spot kini mendekati USD 4.280 per troy ons. Pada Kamis (6/8) pukul 08.00 waktu Singapura, harga emas spot naik 0,7 persen menjadi USD 4.277,41 per troy ons. Perak juga menguat 0,3 persen menjadi USD 62,23 per troy ons, sementara platinum dan paladium mencatat kenaikan serupa.
Analis TD Securities yang dipimpin Ryan McKay menilai, berkurangnya tekanan makroekonomi dan meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan AS-Iran kembali mendorong minat investor terhadap logam mulia. "Mundurnya tekanan makro dan meningkatnya harapan kesepakatan AS-Iran memberikan dorongan besar bagi harga logam mulia," tulis riset TD Securities.
Meski demikian, TD Securities mengingatkan bahwa pasar energi yang masih ketat tetap menjadi tantangan bagi reli emas dalam jangka panjang.
Sejauh ini, Iran mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan Oman terkait usulan jalur pelayaran sementara di Selat Hormuz. Kesepakatan itu membuka peluang sebagian arus pengiriman energi kembali beroperasi melalui jalur strategis tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan jalur pelayaran tersebut hanya bersifat sementara dan akan berlaku selama 2-4 bulan. Ia juga menegaskan kesepahaman itu bukan berarti Selat Hormuz telah dibuka sepenuhnya.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Iran masih berlangsung. Sebelumnya, Trump juga mengatakan peluang tercapainya kesepakatan dapat terjadi paling cepat Rabu (5/8) waktu AS.
Perkembangan tersebut membuat pelaku pasar kini hanya memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun. Prospek pengetatan moneter yang lebih ringan biasanya memang menjadi sentimen positif bagi emas, karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Meski begitu, Gubernur The Fed Lisa Cook menegaskan bahwa ia masih siap mendukung kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan perlambatan. Menurutnya, semakin lama inflasi bertahan di atas target 2 persen, semakin sulit bagi bank sentral mengendalikannya.
Artikel Terkait
AS, Iran, dan Oman Mendekati Kesepakatan Buka Selat Hormuz
Harga Minyak Dunia Melemah Setelah Iran-Oman Sepakati Jalur Pelayaran di Selat Hormuz
Harga Minyak Beragam di Tengah Harapan Meredanya Ketegangan AS-Iran
Wall Street Bervariasi, Investor Cermati Peluang Pembukaan Kembali Selat Hormuz