BPS: Lulusan SD Masih Mendominasi Tenaga Kerja, TPT Terendah Sejak 1994

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:30 WIB
BPS: Lulusan SD Masih Mendominasi Tenaga Kerja, TPT Terendah Sejak 1994

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lulusan sekolah dasar (SD) ke bawah masih menjadi kelompok terbesar dalam struktur tenaga kerja Indonesia hingga Mei 2026. Namun, proporsi pekerja dengan pendidikan menengah hingga perguruan tinggi mulai menunjukkan peningkatan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, mengungkapkan bahwa dari total 148,19 juta penduduk yang bekerja pada Mei 2026, sebanyak 35,40 persen atau sekitar 52,46 juta orang merupakan lulusan SD ke bawah. Sementara itu, pekerja dengan pendidikan diploma hingga perguruan tinggi porsinya relatif kecil.

"35,40 persen penduduk yang bekerja memiliki pendidikan SD ke bawah dan masih mendominasi struktur penduduk bekerja di Indonesia. Jika dibandingkan Februari 2026, proporsi pekerja berpendidikan SMA, SMK, dan diploma ke atas mengalami peningkatan," ujar Edy dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (5/8).

BPS juga melaporkan jumlah penduduk yang bekerja mencapai 148,19 juta orang pada Mei 2026, bertambah 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 37,09 persen berstatus sebagai buruh, karyawan, atau pegawai.

Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja dengan status berusaha sendiri mengalami peningkatan paling besar dibandingkan status pekerjaan lainnya. Kenaikan tersebut terutama berasal dari sektor perdagangan, pertanian, serta penyediaan akomodasi dan makan minum.

"Penduduk yang berusaha sendiri di lapangan usaha terutama di lapangan usaha atau perdagangan besar dan eceran sebanyak 1,04 juta orang. Kemudian juga di pertanian yang bertambah sekitar 482 ribu orang, serta penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum sebanyak 375 ribu orang," jelas Edy.

Di sisi lain, BPS mencatat proporsi pekerja informal pada Mei 2026 turun tipis menjadi 59,30 persen dari total penduduk yang bekerja. Persentase pekerja penuh atau warga yang bekerja minimal 35 jam per minggu juga meningkat menjadi 66,80 persen atau sekitar 98,98 juta orang.

Perbaikan kondisi pasar tenaga kerja turut tecermin dari tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang turun menjadi 4,65 persen pada Mei 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 4,68 persen, sekaligus menjadi tingkat pengangguran terendah sejak 1994, menurut data Sakernas BPS.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags