Harga Emas Stagnan di Tengah Optimisme Pembukaan Selat Hormuz

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:30 WIB
Harga Emas Stagnan di Tengah Optimisme Pembukaan Selat Hormuz

Harga emas dunia cenderung bergerak stagnan pada perdagangan Rabu (5/8), seiring pasar mencermati prospek tercapainya kesepakatan sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz. Logam mulia ini berada dalam tekanan tipis di tengah membaiknya sentimen risiko global.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot turun 0,2 persen ke level USD 4.069,41 per troy ons pada pukul 07.45 waktu Singapura. Padahal, pada sesi sebelumnya, harga sempat menguat 0,6 persen. Pergerakan ini mencerminkan sikap wait-and-see pelaku pasar.

Sentimen pasar mulai membaik setelah Qatar menyatakan telah menyusun proposal untuk menormalisasi pelayaran komersial melalui Selat Hormuz. Di saat yang sama, pejabat AS dan Iran memberi sinyal adanya kemajuan dalam pembicaraan untuk membuka kembali jalur pelayaran utama distribusi energi global. Optimisme ini turut mendorong harga minyak turun untuk hari ketiga berturut-turut.

Perkembangan tersebut mengubah ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan moneter The Fed. Kini, pasar hanya memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun, lebih rendah dibandingkan pekan lalu yang masih memperhitungkan dua kali kenaikan.

Kepala Riset dan Strategi Logam MKS Pamp Inc., Nicky Shiels, menilai emas menjadi salah satu aset yang paling sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga. "Emas merupakan penyerap likuiditas di pasar makro dan menjadi salah satu aset pertama yang tertekan ketika muncul risiko pengetatan suku bunga, baik karena faktor struktural maupun sentimen pasar," ujarnya.

Pada pekan lalu, The Fed kembali mempertahankan suku bunga acuan untuk kelima kalinya secara beruntun. Meski demikian, tiga pejabat bank sentral menyampaikan pendapat berbeda dengan mendukung kenaikan suku bunga. Presiden Federal Reserve Philadelphia, Anna Paulson, mengatakan masih membuka berbagai kemungkinan terkait arah kebijakan moneter selanjutnya karena masih terdapat sinyal ekonomi yang saling bertentangan.

Di sisi lain, permintaan ETF dari China mulai memberikan dukungan terhadap harga emas. Berdasarkan perhitungan, ETF berbasis emas di China mencatat arus masuk dana selama 14 hari berturut-turut. Ini menjadi periode arus masuk terpanjang sejak Maret dan mengindikasikan mulai pulihnya minat investor di pasar emas terbesar dunia.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags