BPS Catat Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026, Berbalik dari Inflasi Tahun Lalu

- Senin, 03 Agustus 2026 | 11:24 WIB
BPS Catat Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026, Berbalik dari Inflasi Tahun Lalu

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadi deflasi sebesar 0,14 persen pada Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini berbanding terbalik dengan pola yang biasanya terjadi, mengingat pada bulan yang sama tahun lalu justru tercatat inflasi.

“Terjadi deflasi di Juli 2026, berbeda dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama di tahun 2025 yang mengalami inflasi,” ujar Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Senin (3/8).

Secara tahunan, indeks harga konsumen (IHK) masih menunjukkan inflasi sebesar 2,18 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender per Juli 2026 tercatat 1,65 persen.

Deflasi bulanan terutama disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami deflasi 0,89 persen dengan andil deflasi 0,26 persen. Komoditas seperti bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, tomat, jeruk, semangka, dan sawi hijau menjadi penyumbang utama.

Di sisi lain, komponen harga yang diatur pemerintah justru mengalami inflasi sebesar 0,25 persen dengan andil 0,05 persen, didorong oleh kenaikan harga bensin. Sementara itu, komponen harga bergejolak mengalami deflasi dalam sebesar 1,68 persen dengan andil deflasi 0,28 persen.

“Komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,14 persen dengan andil inflasi sebesar 0,09 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen inti adalah biaya sekolah dasar, sepeda motor, pelumas/oli mesin, biaya taman kanak-kanak, telepon seluler dan bimbingan belajar,” jelas Ateng.

Dari 38 provinsi di Indonesia, sebanyak 27 provinsi mengalami deflasi, sementara 11 provinsi lainnya mencatat inflasi. Deflasi terdalam terjadi di Papua Pegunungan dengan angka 1,37 persen, sedangkan inflasi tertinggi tercatat di Kalimantan Barat sebesar 0,38 persen.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags