IMF Cairkan Dana Rp 32,5 Triliun untuk Mesir Usai Tinjauan Program Pinjaman

- Jumat, 31 Juli 2026 | 13:24 WIB
IMF Cairkan Dana Rp 32,5 Triliun untuk Mesir Usai Tinjauan Program Pinjaman

Mesir memperoleh pencairan dana sekitar USD 1,8 miliar atau setara Rp 32,5 triliun (kurs Rp 18.075) setelah berhasil menyelesaikan tinjauan kedua terakhir dalam program pinjaman yang diperluas dari Dana Moneter Internasional (IMF). Dana tersebut terdiri dari USD 1,5 miliar yang dicairkan melalui Extended Fund Facility (EFF) dan USD 272 juta tambahan dari fasilitas Resilience and Sustainability Facility.

IMF menyatakan bahwa Mesir menghadapi dampak perang di Timur Tengah dengan posisi makroekonomi yang lebih kuat dibandingkan periode tekanan eksternal sebelumnya. Hal itu didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang solid, inflasi yang terus menurun, serta peningkatan cadangan devisa bruto.

“Penyelesaian tinjauan ketujuh dalam kerangka EFF membuat dana sebesar USD 1,5 miliar dapat segera dicairkan kepada Mesir,” kata IMF dalam pernyataannya setelah rapat dewan eksekutif pada Kamis (29/7).

Negara dengan populasi terbesar di Timur Tengah itu sebelumnya telah meningkatkan nilai program pinjaman IMF menjadi USD 8 miliar pada awal 2024, lebih dari dua kali lipat dari kesepakatan awal, ketika dampak perang di Gaza memperburuk krisis ekonomi. Sebagai bagian dari kesepakatan, Mesir berkomitmen menerapkan nilai tukar yang lebih fleksibel serta menjalankan program privatisasi untuk mengurangi peran negara dalam perekonomian.

Hubungan Mesir dengan IMF menjadi perhatian para investor yang telah menanamkan miliaran dolar AS di pasar obligasi domestik. Arus investasi itu mengalami pasang surut dalam lima bulan terakhir seiring berlangsungnya konflik dengan Iran.

Dewan IMF memberikan persetujuan setelah menilai Mesir telah membuat kemajuan yang memadai dalam penjualan aset-aset milik negara. Pemerintah Mesir juga telah menerbitkan dokumen mengenai rencana kepemilikan aset publik di masa depan serta merevisi aturan pajak pertambahan nilai (PPN) guna meningkatkan penerimaan negara.

Nilai tukar pound Mesir bergerak naik turun dalam beberapa bulan terakhir dan kerap mengikuti perkembangan konflik di kawasan. Pergerakan tersebut dipandang investor sebagai bukti meningkatnya fleksibilitas mata uang Mesir.

Pada bulan ini, Komisi Eropa juga mencairkan dana sebesar 1,5 miliar euro atau sekitar USD 1,73 miliar kepada Mesir dalam program Macro-Financial Assistance senilai 4 miliar euro. Pencairan tahap kedua dari tiga tahap tersebut dilakukan setelah Komisi Eropa menilai Kairo telah memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk melaksanakan reformasi ekonomi yang telah disepakati.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags