Emirates Terbangkan Airbus A380 ke Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta Siap Sambut

- Jumat, 31 Juli 2026 | 11:24 WIB
Emirates Terbangkan Airbus A380 ke Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta Siap Sambut

Maskapai penerbangan Emirates akan mengoperasikan Airbus A380-800, pesawat komersial terbesar di dunia, pada rute Dubai–Jakarta. Penerbangan perdana dengan nomor EK358 itu dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 8 Agustus 2026 pukul 22.25 WIB, lalu kembali ke Dubai sebagai EK359 pada keesokan harinya pukul 00.45 WIB.

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports menyatakan siap menyambut kedatangan pesawat berbadan lebar tersebut. Kehadiran Airbus A380-800 menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas internasional Indonesia sekaligus menegaskan kesiapan Bandara Soekarno-Hatta melayani pesawat kategori ICAO Aerodrome Reference Code 4F (Code F).

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan secara menyeluruh bersama regulator, maskapai, dan seluruh pemangku kepentingan penerbangan. Hal ini untuk memastikan operasional Airbus A380-800 berjalan aman dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna jasa.

“Kehadiran Airbus A380-800 Emirates merupakan momentum penting bagi Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kami telah memastikan seluruh aspek operasional, mulai dari kesiapan infrastruktur sisi udara dan sisi darat, prosedur pelayanan, hingga koordinasi bersama regulator, AirNav Indonesia, ground handling, serta seluruh stakeholder terkait berjalan optimal,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/7).

Airbus A380-800 memiliki konfigurasi dua dek penuh dengan bentang sayap 79,75 meter dan panjang 72,7 meter. Pesawat ini mampu mengangkut lebih dari 600 penumpang, bergantung pada konfigurasi kabin yang digunakan maskapai.

Menurut Heru, kehadiran pesawat terbesar di dunia itu tidak hanya menjadi pencapaian penting bagi operasional Bandara Soekarno-Hatta, tetapi juga diharapkan memperkuat konektivitas Indonesia dengan berbagai destinasi internasional. Hal ini dinilai dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, investasi, dan perekonomian nasional.

“Kehadiran Airbus A380-800 milik maskapai Emirates menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat posisi Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai gerbang utama Indonesia yang siap melayani penerbangan berstandar internasional,” tutup Heru.

Kesiapan Infrastruktur dan Fasilitas

Pada operasional perdananya, Airbus A380-800 Emirates akan dilayani di Contact Stand G26 Terminal 3 yang telah dipersiapkan untuk mengakomodasi pesawat kategori Code F. Kesiapan operasional juga didukung oleh penyediaan Ground Support Equipment (GSE) khusus, seperti aircraft towing tractor untuk Airbus A380-800, high lift loader, belt conveyor loader, container dollies, dan pallet dollies.

Sebagai bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta memiliki tiga landasan pacu. Dua di antaranya, yakni runway berukuran 3.660 meter x 60 meter dan 3.600 meter x 60 meter, telah memenuhi persyaratan untuk melayani pesawat kategori Code F.

Infrastruktur ini didukung jaringan parallel taxiway, apron, serta berbagai fasilitas terminal yang telah disiapkan untuk mendukung operasional pesawat berbadan lebar, termasuk Airbus A380-800. Kesiapan tersebut diperkuat dengan kekuatan perkerasan (Pavement Classification Rating/PCR) yang memenuhi persyaratan operasional Airbus A380-800.

Runway 07R/25L memiliki nilai PCR 1290/R/D/X/T, sedangkan Runway 07L/25R memiliki nilai PCR 1290/R/D/X/U. Sementara itu, Apron G Terminal 3 memiliki nilai PCR 1010/R/B/X/T dengan alokasi parking stand G26, G29, dan G33 untuk pesawat kategori Code F.

Selain itu, fasilitas tersebut didukung sistem Advanced Visual Docking Guidance System (A-VDGS), passenger boarding bridge, serta berbagai peralatan penunjang operasional yang memenuhi standar pelayanan penerbangan internasional.

Koordinasi dan Simulasi

Untuk memastikan kelancaran operasional perdana Airbus A380-800, Bandara Soekarno-Hatta bersama Emirates, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, AirNav Indonesia, penyedia layanan ground handling, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, serta seluruh pemangku kepentingan terkait telah melaksanakan serangkaian koordinasi, verifikasi, dan simulasi operasional.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses pelayanan, mulai dari kedatangan pesawat, penanganan penumpang dan bagasi, hingga keberangkatan kembali dapat berlangsung secara aman, lancar, dan efisien.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags